arielngesex
texaspoker.cc
jayabetting
8togel
iklan>

Cerita Dewasa Regina Binal

Cerita Dewasa Regina Binal - Saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri saat dulu kehilangan keperawanan saya empat tahun lalu. Saat itu ujian negara tinggal seminggu lagi. Saya bersama lima orang teman kuliah saya bersepakat membentuk grup belajar. Wita, Susi, Lilo, Albert, dan Aria (semua bukan nama sebenarnya). "Gin, nanti malam kita belajar di rumah gue ya. Bilangin Wita sama Susi", kata Aria menghampiri saya ketika saya sedang duduk membaca- baca buku kuliah di kampus. "Oke." Saya tahu, Aria sudah lama naksir pada saya. Saya tahu dari Albert. Sebab Aria pernah menceritakan padanya, bahwa dirinya tidak bisa tidur memikirkan diri saya. Pokoknya, Aria jatuh cinta berat kepada saya. Namun saya belum menanggapinya, sebab saya belum berpikiran untuk memiliki seorang pacar. Saya masih lebih ingin memusatkan perhatian saya pada kuliah, agar memperoleh IP yang bagus, sehingga mudah mencari pekerjaan setelah lulus nanti. Selama ini saya hanya menganggap Aria sekadar teman baik saja. Tidak lebih. Malam harinya kami berlima belajar di rumah Aria. Kebetulan kedua orangtuanya sedang pergi kondangan. Wita tidak bisa datang karena ia harus menemani ibunya menjenguk saudaranya yang sedang sakit. "Ri, Gue pulang ya. Sudah malam nih. Besok malam saja ya kita lanjutkan belajarnya", kata Susi kepada Aria ketika jam sudah menunjukkan pukul dua puluh satu. "Gue temanin deh, Sus!" timpal Lilo yang saya tahu sejak lama telah naksir Susi. "Wah, itu sih memang taktik kamu, Lo!" kata saya sambil tertawa. Susi pun segera pulang didampingi oleh Lilo. Tinggal saya bertiga bersama Albert dan Aria. "Bagaimana sekarang, Ri? Kita nerusin belajar atau bubar saja?" tanya saya pada Aria. "Yah, lebih baik bubaran saja deh. Besok saja kita lanjutkan lagi!" "Tapi sebelum kamu pulang, habiskan dulu tuh minuman kamu. Sayang-sayang. Mubazir kan!" tambah Albert sambil tersenyum ke arah Aria. Saya habiskan sari jeruk yang tadi dihidangkan Aria untuk menemani saat belajar kami berlima. "Gue pulang dulu ya, Ri, Bert", saya berpamitan pada kedua teman saya itu. Baru saja saya akan membuka pintu, tiba- tiba kepala saya terasa pusing dan mata saya berkunang- kunang. Tak lama kemudian, saya rasakan suatu keanehan menjalari tubuh saya. Payudara saya mengeras dan puting susu saya menegang. Kewanitaan saya pun terasa berdenyut-denyut. Ternyata Aria telah memasukkan obat perangsang ke dalam minuman saya tanpa saya mengetahuinya. Aria dan Albert menghampiri saya sembari tersenyum. Mereka memapah saya masuk ke kamar tidur Aria. Seperti tak sadar, saya menurut saja. Bahkan ketika saya ditelentangkan di atas tempat tidur. Aria membuka kaus oblong yang saya kenakan, sedangkan Albert menurunkan celana panjang saya. Mereka berdua menelan air liur melihat kemolekan tubuh saya yang hanya dibalut pakaian dalam saja. Terpampang payudara saya dengan belahannya yang menggiurkan menyembul di balik bra yang saya kenakan serta lekuk- lekuk pinggul dan pantat saya yang membuat nafsu birahi mereka naik. Tanpa membuang waktu lebih lama, mereka berdua menarik lepas bra dan celana dalam saya, dan keindahan tubuh saya itu dapat terlihat bebas tanpa halangan. Tangan Aria meremas-remas kedua payudara saya yang kenyal itu, sementara batang kemaluannya semakin menegang. Sementara Albert menciumi daerah kewanitaan saya. Saya merintih kecil tatkala lidahnya mulai memasuki liang vagina saya. Sementara itu, Aria mulai menghisap- hisap puting susu saya yang semakin menegang itu, membuat saya semakin menggerinjal- gerinjal. Namun saya yang berada di antara keadaan sadar dan tidak sadar tidak mampu berbuat apa-apa. "Aw!" jerit saya saat gigi Aria menggigit puting susu payudara saya sebelah kanan, sementara Albert terus menjilati kemaluan saya yang ditumbuhi rambut- rambut tipis nan segar. Aria dengan kedua tangannya memuntir- muntir ujung puting susu kedua belah payudara saya sementara mulutnya turun ke bawah ke arah selangkangan saya. Akhirnya seperti berebutan, lidahnya bergabung dengan lidah Albert menjilati liang kewanitaan saya. "Gila, Ri. Asyik juga ya si Regina. Nggak gue sangka lho tubuhnya sebagus ini!" kata Albert sambil terus melanjutkan jilatannya ke belahan pantat saya dan akhirnya disusupkannya lidahnya ke dalam lubang anus saya. "Bagaimana, Bert. Kita tancap saja si Regina sekarang?" "Okelah, mumpung dia belum sadar." Dan kedua cowok itu membuka celana panjang mereka. Tampaklah kedua batang kemaluan mereka yang menegang laksana siap berperang. Aria sebagai tuan rumah mengambil inisiatif pertama. Dengan hati-hati dimasukkannya batang kemaluannya ke dalam liang vagina saya yang cukup sempit itu. Dengan sekali gerakan batang kemaluannya tersebut dihunjamkan semakin dalam, membuat saya menjerit kecil kesakitan. Akan tetapi seiring dengan naik-turunnya tubuh Aria di atas tubuh saya, saya merasakan kenikmatan yang tiada tara untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Secara tak sadar, saya menggerinjal- gerinjal kencang. Albert yang nampaknya sudah tidak dapat menahan nafsu birahinya yang semakin merajalela itu tidak mau menunggu lebih lama lagi. Dihunjamkannya batang kemaluannya yang tak kalah tegangnya itu ke dalam lubang anus saya, saya menjerit kesakitan. Namun Albert yang sepertinya sudah kesetanan tidak mempedulikan saya. Dengan gerakan naik- turun, ia menyetubuhi saya lewat lubang anus saya. Saya terus menggerinjal- gerinjal tak terkendali. Rasa kenikmatan dan kesakitan terus bercampur baur saya rasakan. Beberapa menit telah berlalu, belum ada yang sampai pada klimaksnya. Sementara kami bertiga sudah mulai lemas, terutama saya. Kedua cowok itu pun telah bertukar peranan. Albert telah memperoleh liang vagina saya, sedangkan Aria liang anus saya. Mereka berdua terus menghunjamkan batang kemaluannya ke dalam tubuh saya tanpa kenal ampun. Akhirnya setelah berselang begitu lama, Aria dan Albert menyerah begitu saja sebelum mencapai klimaksnya. Tubuh mereka berdua terkapar lunglai di samping tubuh saya. Kami bertiga sama- sama lemas. Namun tak lama kemudian, Aria telah mampu menguasai dirinya. Walaupun masih terhuyung-huyung ia bangun dari tempat tidur. "Bert! Albert! Gila! Ternyata si Regina masih perawan!" teriak Aria setelah melihat liang vagina saya mengeluarkan darah tanda selaput dara saya robek. "Ergh... nikmat di kamu dong, Ri. Kan kamu yang memperawanin dia duluan!" kata Albert yang juga telah bangun, sementara saya masih terkulai lemas. "Tapi, bagaimana kalau dia sadar terus lapor pada polisi bahwa kita yang memperkosanya." "Bilang saja bahwa kita mau sama mau. Buktinya coba saja lihat tadi. Kan si Regina kelihatannya ikut menikmatin juga. Nggak memberontak-berontak kan." Dan sejak saat itulah saya mulai mengenal apa yang disebut pergaulan bebas dan sempat menjadi seorang cewek " bispak" yang bisa dipakai untuk teman tidur asal suka sama suka. Untung saja saya tidak sampai hamil sebab saya selalu mengingatkan pasangan tidur saya agar selalu memakai pelindung.
fenomania Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Guru Matematika

Cerita Dewasa Guru Matematika - Waktu aku kelas satu SMA ada guru matematika yang cantik dan sangat enak jika memberikan pelajaran. Namanya Asmiati umurnya dua puluh sembilan, kulitnya putih halus dan bodynya padat berisi terlebih lagi dia menikah pada usia dua puluh tujuh tapi sekarang janda karna suaminya meninggal waktu usia perkawinan mereka baru tiga bulan karna kecelakaan lalulintas. Yang aku senang dari Bu Asmi adalah jika mengajar ia sering tak sadar kalau bagian atas bajunya agak terbuka sehingga tali BH pada bagian pundaknya sering terlihat oleh aku yang jika pelajarannya selalu mengambil duduk di depan dekat meja guru. BH yang dia gunakan selalu warna hitam dan itu selalu menjadi tontonan gratisku setiap pelajarannya. Pagi itu sekitar jam delapan lewat kami sudah dipulangkan karna akan ada rapat guru. Aku agak kesal karna pelajaran kedua matematika artinya aku gak bisa ngeliat pemandangan indah hari ini, dan untuk menghilangkan suntuk aku pun pergi main ketempat kawanku. Aku masih tak tahu aku akan dapat rejeki nomplok. Sekitar jam sembilan lewat aku pergi pulang, dan pada saat lewat sekolah aku melihat Bu Asmi sedang menunggu angkot, aku pun mengajaknya " mari saya antar Bu " ajakku tanpa berharap dia mau " tapi rumah ibu agak jauh ko " ia mencoba menolak " gak pa-pa kok bu, gak enak sama guru PPKN " candaku setelah berpikir sebentar akhirnya ia mau " iya deh tapi ibu pegangan ya soalnya ibu pernah jatuh dari motor " " silahkan Bu " setelah itu kau menjalnkan motorku dengan kecepatan sedang. Tangan Bu Asmi yang berpegangan pada pahaku menyebabkan reaksi pada penisku, apalagi jika mengerem pada lampu merah aku merasa ada sesuatu yang empuk menekan dari belakang. Sampai dirumahnya yang agak berjauhan dengan rumah-rumah yang lain aku disuruh masuk dulu. Dan ketika sudah duduk di sofa empuk Bu Asmi bicara "ibu ganti baju dulu ya ko " setelah itu ia masuk kamar dan menutup pintu mungkin karna kurang rapat sehingga pintu itu terbuka lagi sedikit. Entah setan mana yang masuk kekepala ku sehingga aku memberanikan diri untuk mengintip ke dalam. Di dalam sana aku bisa melihat bagaimana Bu Asmi sedang membuka satu persatu kancing bajunya dan setelah kancing terakhir ia tidak langsung menanggalkan bajunya, tapi itu sudah cukup membuat napasku membuat nafasku memburu karna kau bisa melihat kalau sepasang dadanya yang besar seperti hendak melompat keluar. Karna terlalu asyik pintu itupun terbuka lebar. Aku kaget dan hanya bisa mematung karna ketakutan. Bahkan penisku langsung mengkerut. Melihat aku, Bu Asmi tidak terlihat kaget dan tetap membiarkan bajunya terbuka. Setelah itu ia mendekati aku " kamu sering ngeliat BH ibu kan " tanyanya didekat telingaku " i..iya Bu " jawabku ketakutan. " kalau gitu ibu kasih kamu hukuman " lalu ia menarikku dan didudukkan ditepi tempat tidur. " sekarang kamu baring tutup mata dan jangan gerak kalo teriak boleh aja " katanya dengan suara nafas yang agak memburu. Aku pun menurut karna merasa bersalah. Lalu ia membuka retsleting celana sekolahku menurunkan CDnya dan mengelus-elus penisku dengan lembut, setelah penisku tegak lagi dia berjongkok dan menjilatinya. "auh.. uh.. uuh .." rintihku menahan kenikmatan semantara Bu Asmi sibuk dengan aktivitasnya "ah .. mmhh.. Bu stop bu" rintihku karna aku merasa seperti mau meledak Dia tak menjawab, malah semakin hebat menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang dan tanpa bisa kubendung lagi, muncratlah cairan putih itu dan aku langsung terduduk sambil berpegangan pada tepi ranjang. Rasanya seperti sedang melayang, ia telan habis spermaku sementara aku masih terduduk kaku, malu takut dan senang bercampur jadi satu. Bu Asmi lalu berdiri dan tersenyum "gimana..lebih enak dari pada cuman liat khan..?" sambil kedua tangannya menjambak rambutku "iya Bu enak sekali" jawabku mulai berani sambil ikut berdiri. Setelah wajah kami berhadapan ia menciumku dengan lembut, lalu membimbingku duduk ditempat tidur. Kami berpelukan dan Asmi kembali menciumku, lalu melumat bibirku sementara tangannya menanggalkan seluruh pakaian ku, dengan tangkas aku mengimbangi gerakan tangan itu sehingga akhirnya kami sama sama tanpa pakaian. Bedanya aku telanjang bulat sementara Asmi masih memakai BH hitamnya karna memang sengaja tak ku lepas. Asmi melepaskan ciuman dibibirku lalu mengarahkan kepala ku kebawah yaitu payudaranya, aku segera melepas BH nya dan mulai meremas-remas dadanya, sekali-sekali aku puntir putingnya sehingga ia melenguh panjang. Puas meraba aku lalu menyapu seluruh dadanya dengan lidahku dan menyedot ujung putingnya sambil digigit-gigit sedikit. Hasilnya hebat sekali Asmi bergoyang sambil meracau dengan kata-kata yang tak jelas. Setelah itu Asmi berdiri sehingga aku berhadapan dengan vaginanya, wangi yang baru pernah kucium itu membuatku bertambah panas sehingga kujilati semua permukaan vaginanya yang sudah banjir itu. Setelah itu Asmi merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap kepalaku pahanya dibuka. Sehingga memudahkan aku menjilat dan memasukkan lidahku kedalam vaginanya dan menggigit-gigit bagian daging yang merah jambu. Sehingga tubuh Asmi semakin mengejang hebat "sshh.. aahh.. terus ko" pintanya diikuti desah nafasnya. Sekitar lima menit ku sapu vaginaya aku melepaskan dekapan pada kepalaku dan kembali mengulum bibirnya. Ia lalu meraih penisku "masukkan ya ko udah gak tahan" katanya dengan terengah dan membimbing penisku menerobos goa miliknya yang tek pernah lagi merasakan penis semenjak suaminya meninggal. Aku merasakan kenikmatan yang kebih hebat dibandingkan saat dimasukkan kemulutnya. "slep..slep..slep" kuputar-putar didalam sambil mengikuti goyangan pantat Asmi. sambil kupompa bibir kami terus berperang dan tanganku meraba dan meremas payudaranya dan sekali kali memuntir putingnya. "uh..ah..mm..ssh..terus ko..mmh" desahnya sambil meremas pantatku. Penisku terasa semakin menegang dan vaginanya semakin hebat berdenyut memijit penisku, tak terasa sudah sepuluh menit kami "bergoyang". "ooh ..mmh.. ah udah gak kuat.. biarin aja di situ ko mmh .." rintih Asmi terpejam. Akupun semakin memperdalam tusukanku dan mempercepat tempo karna juga merasakan sesuatu yang akan keluar. "sshh..aarrgghh" jeritnya sambil mencengkram punggungku, "aahh..aahh" desahku pada saat yang bersamaan sambil mulutku menyedot kedua puting susunya kuat-kuat secara bergantian. Air maniku muncrat bertepatan dengan air hangat yang terasa memandikan penisku didalam vaginanya.Kami menikmati puncak orgasme sampai betul-betul habis, baru aku mencabut penisku setelah sangat lelah dan bebaring di sebelahnya sambil meremas dadanya pelan-pelan. Kemudian dia menindihku dari atas dan bertanya "gimana hukuman dari aku ko ..?" "enak Bu hukuman terenak didunia makasih ya" "ibu yang terima kasih udah lama ibu bendung hasrat, hari ini dan seterusnya ibu akan tumpahkan kekamu semuanya" sambil mencium ku. Setelah istirahat beberapa waktu kami kembali melanjutkan aktivitas itu tentu saja dengan tehnik dan gaya yang berbeda-beda. Tak terhitung berapa kali aku melakukannya sewaktu SMA yang jelas jika aku pulang kesana pasti kami melakukan lagi dan lagi.
fenomania Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Akibat Iri Hati

Cerita Dewasa Akibat Iri Hati - Namaku Audrey, aku ingin menceritakan pengalaman pahit yang sampai sekarang masih menjadi trauma yang sangat hebat bagiku. Pada waktu kejadian ini menimpa diriku aku masih siswi SMU kelas 3 di salah satu SMU negeri di Jakarta barat. Kata teman-temanku, wajahku mirip aktris Hongkong Cecilia Cung. Aku lahir di Sumatera dan baru ke Jakarta waktu SMU. Aku tinggal sendirian di Kost di daerah kota waktu itu. Keluargu masih tinggal di Sumatera. Ayahku mempunyai perkebunan yang cukup besar disana. Aku tinggal sendirian di Kost di daerah kota. Di sekolah aku sangat aktif di kegiatan ektrakurikuler. Pada tahun pertama aku dipilih menjadi menjadi pemain inti team volley dan basket di sekolahku. Karena prestasiku yang sangat menonjol di dalam team, guru olahragaku sangat kagum kepadaku. Aku mengganti Lina yang menjadi kepala team Volley dan Basket saat itu dan posisi ini diberikan kepadaku. Lina adalah teman sekelasku. Sejak dipegang olehku team volley dan basket sekolahku menjadi juara 2 team volley dan dan juara 3 team basket di seluruh SMU negeri di Jakarta. Pada waktu dipegang oleh Lina, prestasi team volley dan basket sekolah sangatlah buruk. Setelah team volley dan basket dipegang olehku, Lina aku keluarkan dari team volley maupun basket karena kulihat dia suka menjadi provokator yang membuat kekompakan team terganggu. Setelah Lina aku keluarkan dia marah besar padaku dan protes kepada guru olahragaku, tapi karena guru olahragaku takut kehilanganku dari team maka protes itu tidak digubrisnya. Lina sangatlah iri dan benci kepadaku. Mulai dari kejadian itu Lina berusaha untuk membalas dendam atas perbuatanku. Masih kuingat awal kejadiannya dengan jelas. Pada saat itu pelajaran terakhir kelasku adalah pelajaran olahraga. Aku memakai kaos olahraga dan celana olahraga sekolahku yang bewarna abu-abu. Pada waktu aku sedang melakukan latihan volley kulihat Lina memperhatikanku terus, aku berusaha tidak melihatnya. Setelah selesai pelajaran olahraga dan pada waktu itu aku hendak balik menuju ke kelasku, Lina mengikutiku dari belakang dan memangilku, aku cukup kaget dia memangilku. Dia menghampiriku dan meminta maaf atas protes yang dia ajukan kepada guru olahragaku. Dia bilang dia turut bangga dengan prestasi team volley dan basket sekarang ini. Lina lalu menjabat tanganku meminta maaf sekali lagi kepadaku, sebagai tanda penyesalasannya dia mau mentraktirku di sebuah caf?. Pertama aku menolaknya karena aku tidak mau merepotkannya, tapi dia terus memohon kepadaku. Aku melihat dari raut mukanya dia kelihatannya menyesal lalu aku menerima tawarannya karena merasa tidak enak dengannya. Yang tidak kusadari saat itu, semua itu hanya sandiwara dan jebakannya belaka untuk melaksanakan rencana balas dendamnya terhadapku. Lina mengajakku di tempat parkir sekolah dimana dia memarkir mobilnya. Kami berdua masuk ke dalam mobil Honda CRV Hitam miliknya. Dalam waktu 20 menit sampailah kami di sebuah ruko baru. Kami berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam ruko. Kami langsung disambut oleh seorang Ibu. Ibu ini mempersilahkan kami masuk ke lantai 2 dimana terdapat meja dan kursi yang telah disusun dengan rapi. Ibu itu bilang karena cafenya baru akan buka besok maka hari ini masih sepi dengan pengunjung. Ibu itu menyodorkan menu makanan kepada kami. Kami memesan makanan dan lemon tea. Setelah 5 menit turun ke lantai dasar ibu naik dengan membawa 2 gelas lemon tea. Lina langsung meneguk habis gelas yang berisi lemon tea tersebut lalu akupun menyusul manghabiskan lemon tea karena sudah kehausan sekali setelah tadi habis berolahraga di sekolah. Sambil menunggu makanan, kami mengobrol mengenai team volley dan basket sekolah kami, 20 menit kemudian naiklah ibu itu dengan membawa beberapa piring makanan yang telah kami pesan. Kami berdua mulai menyantap makanan tersebut. Setelah selesai makan aku merasa sedikit aneh denganku, kepalaku terasa agak pusing dan mulai merasakan ngantuk yang luar biasa, penghilatanku agak kabur dan badanku terasa lemas. Setelah itu aku tidak tahu sadar lagi apa yang terjadi berikutnya denganku. Waktu aku sadar aku berada di suatu ruangan yang sangat panas sekali sepertinya di ruangan sauna, aku masih memakai kaos olahraga abu-abu sekolahku dan rok abu-abu SMU yang sangat basah oleh keringatku. Posisi dalam posisi duduk kaki dan tangan terikat tali dan mulutku disumpal. Aku baru sadar dengan apa yang terjadi denganku saat itu dan baru menyadari semua ini hanya jebakan dari Lina. Aku sungguh sangat menyesal telah menerima ajakannya. Aku berharap dapat keluar dari tempat ini tanpa terjadi sesuatu yang buruk terhadapku. Aku mulai mencari jalan keluar dan berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan di tangan dan kakiku tapi usahaku sia sia saja. Aku hanya dapat berdoa agar Lina merubah jalan pikirannya dan melepaskanku bahkan aku bersedia minta maaf kepadanya karena telah mengeluarkannya dari team volley dan basket. Lima menit kemudian masuklah ibu tadi dengan membawa sebuah handuk yang basah, tanpa sepatah katapun ibu itu lalu mendekatiku dan membekap hidungku dengan handuk yang telah dibasahi dengan cairan di dalam botol tersebut. Aku meronta ronta berusaha menghindar dari bekapan handuk yang dipegang oleh ibu itu tapi karena dalam keadaan terikat aku tidak bisa berbuat banyak. Tak lama kemudian aku sudah tak sadarkan diri lagi. Setelah sadar diriku dalam keadaan terikat dan duduk di sebuah kursi dan dihadapanku ada sebuah TV besar. Aku merasakan seluruh badanku terasa sakit dan anusku terasa sangat perih. Kuperhatikan pula seluruh yang kupakai telah diganti mulai dari BH olahraga, cd, baju olahraga, rok abu-abu SMU. Tiba-Tiba di TV besar itu muncul tayangan terlihatlah aku dalam keadaan terikat dan tak sadarkan diri di ruangan sauna. Rupanya tayangan adalah yang terjadi padaku selama aku tak sadarkan diri. Tak lama kemudian Ibu tadi dan Lina membuka ikatan di tangan dan kakiku dan membawaku yang tak sadarkan diri ke sebuah kamar tidur yang besar. Aku dibaringkan di atas tempat tidur lalu ibu itu membuka Kaos dan rok yang dipakainya lalu ia menghampiriku. Ia mengambil digital camera dan mulai memotretku lalu ia melepaskan baju olahraga beserta rok SMU-ku yang basah oleh keringatku. Baju olahragaku diciumnya terutama di bagian yang sangat basah oleh keringatku sambil melakukan onani, demikian pula rok smuku diciumnya dan kemudian diberikan kepada Lina yang turut menikmati aroma keringat yang ada di baju olahragaku dan rok SMU-ku. Aku yang masih memakai bh olahraga dan cd berwarna biru dipotretnya lalu ia melepaskan bh dan cdku. CDku yang basah oleh keringat diciumnya terutama di bagian yang ada bekas cairan yang berasal dari vaginaku dan ini sangat merangsang sekali buatnya lalu cd dan bhku diberikan kepada Lina untuk dinikmati juga. Aku baru pertama kali menyaksikan perilaku seksual yang sangat aneh seperti itu. Mereka sangat bernafsu sekali mencium aroma keringatku. Ibu itu memotretku lagi dalam keadaan bugil, buah dadaku serta bulu-bulu halus disekitar vagina dipotretnya bibir vagina dibukanya dan juga dipotretnya close up, kemudian badanku dibaliknya sehingga posisiku sekarang terlungkup dan kedua kakiku dilebarkan selebar mungkin sehingga kelihatan dengan jelas lubang anusku dan kemudian dipotretnya dengan close up. Ibu itu membalikkan badanku dan mulai menciumku dengan nafsu dan menjilati telingaku dan leherku lalu kedua puting payudaraku dihisapnya dengan penuh nafsu, payudaraku diremas remasnya dan putingku digigitnya dan dipelintirnya, lalu ia mencium dan menjilat pahaku. Kedua kakiku direntangkan dengan lebar sehingga lubang kemaluanku beserta bulu-bulu halus disekitarnya kelihatan dengan jelas lalu ia mulai menjilat bibir vaginaku dengan penuh nafsu sambil memasukkan kedua jarinya ke dalam lubang vaginaku selama beberapa saat. Ibu itu kemudian membuka bh dan celana dalamnya sendiri dan mulai mendekatkan vaginanya ke vaginaku sedekat mungkin dan mulai mengesekannya sambil menarik kedua kakiku supaya gesekannya dan kenikmatan yang diperoleh semakin nikmat. Ia terus mengesekan vagina ke vaginaku sampai ia mengeluarkan lendir putih dari lubang vagina dan mencapai orgasme. Badanku lalu dibalikan lagi dan pantatku dilebarkan sehingga lubang anusku kelihatan dengan jelas lalu ia menusukan kedua jarinya ke dalam anusku dikocoknya dengan kedua jarinya. Ibu itu lalu mengambil penis buatan dan dilumasinya dengan cairan. Lubang anusku yang akan menjadi sasaran penis buatan tersebut. Dengan agak susah payah ia berusaha untuk memasukan penis buatan itu ke dalam anusku. Akhirnya dengan paksa ia berhasil juga memasukan penis buatan itu dan terus memasukan sampai dalam sekali dan ditekannya terus penis itu selama beberapa saat. Aku yang masih tak sadarkan diri tidak merasakan penyiksaan yang dilakukan terhadap anusku. Anusku diperlakukan dengan kasar tanpa ampun dengan penis buatan itu sampai ibu itu merasa puas dan lemas. Kemudian tayangan di TV berhenti. Aku merasa malu sekali terhadap apa yang telah terjadi kepada diriku, dan sangat tertekan dan ketakutan sekali dengan apa yang baru saja aku saksikan di layar tv tadi. Tiba-tiba masukkah Lina ke dalam ruangan dimana aku berada sambil mengejek dan merendahkanku. Ia berkata akan sambil tersenyum senang karena telah berhasil membalaskan dendam terhadapku dan ini belum cukup katanya sambil menyodorkan sebuah vcd dan beberapa buah album foto. Lina berkata vcd ini berisi tayangan yang baru aku saksikan dan foto foto di album ini berisikan perkosaan yang baru saja menimpa diriku dan dia akan memperbanyak vcd dan foto-foto tersebut dan vcd dan foto-foto ini akan diposkan ke sekolah dan diedarkan ke internet dan ia akan mencari alamat rumah orang tuaku di Sumatera dari arsip di sekolah dan mengirimkan vcd dan foto tersebut ke alamat orang tuaku kalau Aku tidak bersedia menandatangai 2 lembar kertas yang baru disodornya kepadaku. Aku sangat ketakutan mendengar ancaman yang baru saja dilontarkan Lina kepadaku serasa mau pingsan. Aku tidak tahan menerima penderitaan ini. Aku merasa sangat tertekan dan ketakukan sekali kalau vcd dan foto-foto ini sampai dilihat oleh seluruh siswa di sekolahku, lebih-lebih lagi betapa malunya kalau sampai ketahuan oleh kedua orang tuaku. Lina memaksaku membaca isi 2 lembar kertas itu sambil tersenyum gembira. Aku mulai membaca isi surat pernyataan persetujuan yang inti isinya, Aku harus bersedia setiap saat menuruti segala perintah dan kemauannya serta tidak boleh membantah sedikitpun perintahnya kepadaku. Aku harus menerima segala resiko yang buruk atas perintah yang ia berikan kepadaku dan berjanji tidak akan menuntut juga tidak akan melaporkannya ke Polisi. Kalau melanggar isi dari persetujuan ini vcd dan foto-foto ini akan disebarkan olehnya. Lina terus mengancamku untuk segera menanda tangani isi perjanjian ini akhirnya karena tidak ada pilihan aku menandatangi kedua lembar surat perjanjian persetujuan antara kami berdua. Lina melonjak girang karena aku sudah ditaluknya dan nasibku selanjutnya berada ditangannya dan dia bebas menjalankan segala kemauannya kepadaku. Lina mengajakku keluar dan memberiku HP berikut nomornya. HP itu harus terus kunyalakan karena setiap saat ia akan memberikan perintahnya kepadaku lewat HP tersebut. Jika Hp itu aku matikan akibatnya vcd dan foto tersebut akan ia sebarluaskan. Lina mengantarku kembali ke tempat kostku dan ia mengancam harus merahasiakan kejadian ini kalau aku melanggar akan menerima resikonya. Lina berkata kepadaku besok dia akan memberikan perintah pertamanya kepadaku. Ia bilang akan membawaku ke suatu club fetish dan bondage besok.
fenomania Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Angin Kintamani

Cerita Dewasa Angin Kintamani - Siang itu suasana di salah satu SMU negeri di Denpasar sangat hiruk-pikuk oleh ramainya pengumuman bagi siswa kelas 3 yang akan mengakhiri hari terakhir mereka di sekolah tercinta. Salah seorang gadis yang berbaju abu-abu dengan rambut panjang ikut berjubel diantara kerumunan murid-murid lainnya. Dia bernama Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan tinggi yang 169 cm memudahkan bagi dirinya untuk melihat papan pengumuman, tanpa harus berada di kerumunan terdepan. Udiyani adalah pacarku ketika aku masih bekerja di sebuah travel agent di Bali, sebelum aku pindah ke Lombok untuk menjadi pemain musik di cafe. Dengan senyum kemenangan dia mendatangi aku yang sedang berdiri tak jauh dari tempat parkir sepeda motor. "Mas Adiet.. Aku lulus..," teriaknya sembari memeluk aku. Yang aku sambut dengan mengulurkan tangan dan mendekapnya erat. "Syukur deh.. Sayang kamu bisa lulus" ujarku ikut gembira. Sesuai rencana sebelum acara pengumuman, Udiyani mengajaku ke Kintamani apabila dia lulus. Sebagai ungkapan kegembiraannya atas berhasilnya dia menyelesaikan masa SMU dengan baik. Tanpa menunggu waktu lagi aku dan Udiyani berangkat ke Kintamani, yang kebetulan siang itu udaranya cukup segar dan memang sebagai lokasi wisata yang menawarkan pemandangan alam pegunungannya, Kintamani selalu sejuk, apalagi menjelang senja dinginnya sampai menusuk tulang. Dengan mengendarai motor, aku menjalankannya tanpa perlu terburu-buru, karena aku nggak mau melewatkan saat-saat terindah berdua terlewatkan begitu saja. Tangan Udiyani memeluk pinggangku erat, sesekali dia mencumbu belakang telingaku mesra. Tanpa terasa penisku yang berlapiskan celana jeans biru kesukaanku bergerak pelan, menandakan gejolak kelakianku mulai tergoda dengan adanya cumbuan-cumbuan Udiyani yang lembut. Perjalanan ke Kintamani melewati jalan yang berkelok-kelok, dikanan jalan ada pemandangan danau bedugul yang sangat indah dengan airnya yang jernih, tapi sayang sore itu udaranya agak berkabut, sehingga mengganggu jarak pandang kita. Aku dan Udiyani memutuskan untuk berhenti sesaat, sambil menikmati udara sore itu di Sebuah cafe kecil di tepian jalan yang pemandangannya langsung menghadap ke Danau Bedugul. Sambil memesan minuman hangat, aku mengeluarkan sebatang rokok kesukaanku dan menyalakannya sesaat, sebelum aku menghisapnya dalam-dalam. Aku dan Udiyani Duduk memilih duduk di tempat yang agak ke pojok, karena kebetulan juga tempatnya cukup menguntungkan buat menikmati pemandangan ke Danau. Setelah menunggu beberapa saat minuman pesanan kita pun datang. Tanpa menunggu beberapa saat, sebelum pelayan pergi Udiyani sudah terlebih dulu meminumnya hal ini di karenakan udara pegunungan yang berkabut sudah mulai terasa menusuk tulang belulang. Dengan lembut aku memeluk Udiyani yang nampaknya mulai kedinginan. "Kamu kedinginan sayang?" Tanyaku "Iyah nih Mas.." katanya pelan. Sambil memeluk Udiyani aku membisikan kata-kata mesra. "Adiet hangatkan yah sayang..!" kataku lembut di belakang telinga. Udiyani hanya tersenyum manis, tanpa berkomentar sambil mengedipkan matanya tanda setuju. Udara sepertinya sangat mendukung sekali sehingga aku dan Udiyani semakin rapat berpelukan. Ketika ada keheningan sesaat diantara obrolan kita, tak pernah aku melewatkan untuk mengecup bibir Udiyani yang ranum tanpa terpoles lisptick. "Ohh.. Mas.." desahnya ketika kecupan lembutku mengantarkannya melambung. Kemesraan kita di cafe tak berlangsung lama, dikarenakan hari mulai menjelang senja. Setelah membayar minuman yang kita pesan, aku menggandeng tangan Udiyani dengan mesra untuk meninggalkan cafe dan mencari penginapan di sekitar Kintamani yang memang sudah dekat dari cafe tersebut. Tak lama berselang aku menemukan sebuah hotel yang tempatnya begitu cocok menurut kita berdua. Di Hotel itu tersedia restaurant yang pada malam harinya menyajikan acara live accustic musik. Sengaja aku memilih Hotel yang ada fasilitasnya seperti itu, karena aku juga pemain musik di cafe yang posisiku di band pemegang rythm sekaligus vokal. Setelah urusan dengan resepsionist selesai, aku mengajak Udiyani berjalan ke arah kamar. Kamar kami sangat romantis, di depan ada taman dan pancuran air kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan ada tempat duduknya yang di hiasi lampu temaram. Di dalam kamar aku langsung rebahan di tempat tidur, karena perjalanan kita dari denpasar sedikit melelahkan membuat pegal-pegal di persendian. "Mas.. Aku mau mandi dulu yah," katanya. "Ntar keburu kedinginan, sekarang aja mulai terasa nih udaranya," sahutnya lagi. "Kalau begitu kita sekalian aja mandi bareng," godaku. "Boleh.. Siapa takut.." tantangnya kemudian. Dengan berlari kecil aku mengejar Udiyani yang sudah sampai di depan kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi, aku langsung membuka kaosku dan hanya mengenakan celana pendek. "Sayang.. Ini kan hari bahagia kamu setelah kamu lulus" kataku kemudian. "iya aku tahu itu.. Lantas kenapa sayang?"tanya Udiyani mesra. "Aku ingin memanjakan kamu dengan cara memandikan kamu mulai dari menggosok seluruh tubuh kamu, menyabuninya dan menyirami dengan shower," kataku lagi. "Muachh.." seketika Udiyani mengecup bibirku lembut. "Makasih sayang.. Kamu sudah manjain aku," sahutnya lagi. Dengan lembut aku mulai membuka seragam SMU Udiyani yang masih dikenakan saat itu. Di mulai dari hemnya aku buka kancing atasnya secara perlahan, sambil aku memandangi wajahnya yang manis serta dengan senyumnya yang penuh pesona. Setelah kancing kedua aku buka, maka terpampanglah keindahan bukit payudaranya yang berukuran 36b itu mencuat keluar kontras dengan branya yang berwarna hitam. Aku menyelesaikannya dengan kancing terakhir, sembari aku mengecup kecil bukit payudaranya yang lembut. Tinggallah rok abu-abunya yang belum aku sentuh. Sesaat aku mengecup kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Kembali dengan perlahan aku membuka rok Udiyani, yang aku awali dengan menurunkan ziper di belakangnya. "Srett.." bunyi ziper roknya ketika aku turunkan. Dengan sekali rengkuh, terlepaslah rok Udiyani menyentuh lantai. Udiyani saat itu mengenakan CD warna hitam juga, yang dikombinasikan renda di pinggir dan di bagian tengahnya, sehingga terpampanglah dengan transparan rerumputan hitam lebat melalui renda Cdnya. Dengan kedua tangan aku melanjutkam menurunkan CD hitamnya dan terpampanglah pemandangan yang membuat aku menelan ludah beberapa saat dan membuat kelakianku tergoda. Celana pendek yang aku kenakan telah menonjol sebelum aku melucuti pakaiannya, ditambah lagi sekarang dia sudah telanjang bulat di depanku. Dengan lembut aku mulai menyiramkan air dari shower ke seluruh tubuhnya. Yang aku lanjutkan dengan mulai menyabuni punggungnya, pinggulnya yang bahenol, serta betisnya yang jenjang. Yang membuat Udiyani menggelinjang pelan. "Ohh.. Mas.." desahnya pelan. Setelah bagian belakang selesai aku sabuni, tinggallah bagian depan yang membuat kelakianku semakin menggelegak. Aku mulai menggosok bagian lehernya terlebih dahulu, karena aku tahu, bagian ini merupakan bagian yang cukup sensitif di samping bagian sensitif yang lainnya yang ada di tubuh Udiyani. Perlahan tanganku mulai meraba sedikit demi sedikit leher jenjang nan mulus miliknya, dengan telapak tanganku yang penuh dengan busa sabun. Terkadang terdengar desahan lembut Udiyani yang menikmati setiap gerakan tanganku yang menelusuri permukaan kulit halusnya. "Ohh.. Mas," desahnya lembut. Kemudian tanganku bergerak turun ke arah dadanya yang membusung dan licin sembari kembali menuangkan sabun cair di sekitar payudaranya sekaligus ke putingnya yang mulai menonjol keras. Sengaja gerakan tanganku di dadanya sedikit melambat, hal ini aku lakukan sekaligus menyabuni dan merangsang payudaranya secara lembut. Kembali desahan lembut terdengar olehku. "Ohh.. Mas.. Teruskan"desahnya dengan mata terpejam. Setelah cukup bermain di bagian dadanya, kembali tanganku bergerak turun ke arah perutnya yang datar yang hanya beberapa saat lamanya. Dan berakhir di daerah yang berbulu lebat nan hitam, tapi tertata dengan rapi menyerupai bentuk CD. Aku menuangkan sedikit shampoo ke tanganku, kemudian aku lanjutkan dengan menggosok bukit vaginanya dengan lembut. Sesekali tanganku menyentuh clitorisnya lembut yang menimbulkan sensasi tersendiri buat Udiyani. "Ssshshshshsh.." desisnya pelan. Tak lama aku lanjutkan untuk menggosok untuk lebih ke bawah lagi yaitu di bagian pangkal pahanya yang mulus dan aku menyelesaikan tugas terakhir memandikannya di bagian betisnya yang bak bulir padi itu. Setelah semua bagian tubuh Udiyani penuh dengan busa sabun, kembali aku menyiraminya dengan gagang shower ke seluruh permukaan tubunya untuk tahap akhir, sebelum aku mencumbu tubuhnya. "Thanks ya.. Mas.. sudah di manjain," katanya pelan. "Dengan senang hati kok sayang.. Aku lakukan buat kamu," jawabku mesra. Kemudian aku memeluk tubuh Udiyani mesra, sembari membimbingya untuk duduk di pinggiran bathtub. Dan selanjutnya aku nyalakan kran airnya. Sembari menunggu airnya penuh, aku jongkok di depannya yang lagi duduk sembari menaikkan salah satu kakinya di pinggiran bathtub. Lidahku mencumbu seluruh permukaan kakinya yang kemudian aku lanjutkan dengan menghisap lembut jemari kakinya yang lentik dan wangi itu. Udiyani terpejam menerima perlakuanku yang begitu lembut, sehingga melambungkan nafsunya yang memang sudah sangat terangsang sejak awal. Lidahku begerak naik menelusuri betisnya yang jenjang dan berakhir di pahanya yang mulus. Gerakan lidahku semakin liar namun lembut, setelah sampai di pangkal pahanya. Aku menjulurkan lidahku kembali ke arah lekukan pangkal pahanya dan hal ini berpengaruh sekali untuk tubuh Udiyani menerima rangsangan dariku. Dengan kedua tanganku aku mulai menyibak vaginanya yang aromanya khas sekali, dan kemudian aku julurkan lidahku yang basah ke permukaan clitorisnya yang mulai menonjol pelan. Kembali tubuh Udiyani mengelinjang pelan penuh kenikmatan menerima perlakuan ini. "Hekk.. Sshh.. Mas," desahnya tak teratur. Aku tahu kalau Udiyani begitu menikmati dan suaranya parau namun terdengar cukup sensual. Selanjutnya dengan gerakan mantap aku julurkan lidaku menerobos liang vaginanya yang mulai basah oleh lendir kenikmatan yang keluar dari vaginanya. Tiba-tiba gerakan tangan Udiyani begitu cepat merengkuh belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih dalam ke permukaan vaginanya. "Ohh.. Mas.. Aku mau keluar," teriaknya kecil. Tanpa berhenti gerakan lidahku terus menerobos semakin ke dalam dan ini menimbulkan sensasi yang lebih hebat untuknya dan di akhiri dengan teriakannya yang panjang. "Ohh.. Mass.." Udiyani mendesah lembut. Setelah mencapai orgasmenya yang kesekian kalinya, aku memberikan kesempatan buatnya untuk istirahat sejenak, sambil aku berdiri menutup kran air yang ternyata sudah penuh. Kemudian aku berjalan ke pinggiran bathtub dan duduk disamping Udiyani untuk mencumbunya kembali. Perlahan tubuh Udiyani merosot ke bawah ke arah selangkanganku dan dengan gerakan lembut mulutnya melahap ujung penisku yang memang sudah sangat keras dari permainan awal. Lidahnya bermain dengan perpaduan hisapan dan liukan ujungnya di rongga mulut miliknya yang mungil. Aku mendesah lembut menerima perlakuannya ini. "Ohh.. Sayang.. Enak sekali," desahku dengan nafas tertahan. Selanjutnya dengan lembut aku angkat tubuhnya dan memeluk pinggangnya untuk membelakangiku. Dengan lembut tanganku meremas payudaranya dari belakang dan menarik tubuhnya untuk mengambil posisi duduk. Udiyani melebarkan kakinya sembari jemari tangannya yang lentik memegang batang penisku dan mengarahkannya tepat di lubang vaginanya yang sudah basah oleh lendir. Perlahan Udiyani menurunkan pinggulnya secara lembut, maka melesaklah seluruh batang penisku yang sudah mencapai ereksi maksimal. "Ohh.. Shhss," desah kami berbarengan. Setelah penisku menembus bagian dalam vaginanya. Tanganku kembali meremas kedua payudaranya dari belakang dan lidahku menjilati punggungnya yang penuh dengan butir-butir air. Jemari tanganku yang kiri memilin ujung putingnya yang keras dan ini membuat bibirnya mendesah pelan. "Ssshh.." desahnya penuh erotis. Sementara tangan kananku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Aku mengulum bibirnya yang masih terbuka menahan nikmat dengan lembut. Udiyani tak tinggal diam dengan menggerakkan pinggulnya memutar seirama dengan gerakan pinggulku yang menghujam vaginanya lebih dalam. Desahan dan teriakan kecil diantara percintaan kami sesekali terdengar. Dan ini menimbulkan kesan erotis tersendiri buat kita. Setelah beberapa saat lamanya adegan ini berlangsung. Tiba-tiba tubuh Udiyani bergetar dan semakin cepat gerakan pinggulnya. "Mas.. Aku mau keluar," teriaknya. "Kita keluarkan bersama sayang.." sahutku "Aku juga mau keluar nih," timpalku lagi. Kembali tanganku menarik wajahnya dan mengulum bibirnya dengan lembut. Dan tanganku satunya memilin ujung puting payudaranya. Dengan erat aku memeluk tubuhnya begitu aku merasakan cairan hangat menyirami batang penisku. Dan tak berlangsung lama penisku juga menyemburkan sperma ke dalam rongga vaginanya. "ohh.. Mass.. Aku keluar," teriaknya bergetar. "Aku juga.. Sayangg.." dengan nafas tak teratur. Masih dengan posisi aku memeluk tubuhnya dari belakang aku mengulum bibirnya kembali sampai tetes terakhir spermaku dan di akhiri dengan mengecilnya penisku di dalam vagina Udiayani. Percintaanku dan Udiyani berlangsung kembali setelah acara makan malam di cafe yang malam itu pengunjungnya cukup ramai. Selama makan malam berlangsung aku memilih meja yang meghadap langsung ke panggung dan ada di deretan tengah agak di ujung. Di atas meja aku nyalakan sebatang lilin untuk menemani makan malam kami. Malam itu semakin berkesan buat Udiyani, karena aku menyumbangkan sebuah lagu karanganku di acara live musik di cafe tersebut untuk dirinya yang sengaja khusus buat dirinya. Begitulah kisah cintaku yang sampai saat ini aku masih menyimpanya di dalam hati sebagai kenangan yang manis di dalam hidupku.
fenomania Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Babysister

Cerita Dewasa Babysister - Ini pengalamanku 4 Tahun lalu. Malam telah larut dan jam telah menunjukan pukul 9 malam. Sedari siang tadi kakakku bersama suaminya menghadiri pertemuan sebuah Network Marketing dan diteruskan dengan pertemuan khusus para leaders. Untuk menghilangkan suntuk, aku connect ke internet dan berbagai macam situs aku buka, seperti biasa pasti terdapat banyak situs porno yang asal nyrobot. Biasanya aku langsung close karena aku enggak enak dengan kakakku, tetapi malam ini mereka tidak ada dirumah, hanya bersama dengan seorang baby siters keponakanku, namanya Imah baru berumur 18 Tahun dan berasal dari Wonosobo. Memang agak kolotan dan dusun sekali, tetapi kalau aku perhatikan lagi Imah memiliki body yang lumayan bagus dengan wajah yang tidak terlalu jelek. Kami biasa mengobrolkan acara tivi atau terkadang Im-im (panggilan Imah sehari-hari) aku ajari internet meskipun hasilnya sangat buruk. Entah kenapa malam ini keinginanku untuk melihat situs porno sangat besar dan libidoku naik saat aku lihat foto-foto telanjang di internet, tanpa aku sadari Im-im keluar dari kamar dan berjalan ke arahku entah sudah berapa lama dia berdiri disampingku ikut memperhatikan foto-foto telanjang yang ada di monitor komputer. "Apa enggak malu ya..?" tanya Im-im yang membuatku kaget dan segera aku ganti situsnya dengan yang "normal". Dengan berusaha tenang, aku minta Imah mengulangi pertanyaannya. "Itu lho tadi, gambar cewek telanjang yang Mas buat, emangnya nggak malu kalau dilihat orang?" Memang Imah sangat lugu dan ndusun kalau soal beginian. Dengan santai aku jawab sembari menyuruhnya duduk disebelahku. "Begini Im, ini foto bukan aku yang buat, orang yang buat ini (sambil aku perlihatkan lagi situs yang memuat foto telanjang tadi), merekakan model yang dibayar jadi ngapain malu kalau dapat duit." Kemudian Im-im melihat lebih seksama satu per satu foto telanjang itu dengan posisi badan agak membungkuk sehingga terlihat jelas bulatan kenyal panyudaranya, sudah sejak lama aku menikmati pemandangan ini dan aku sangat terobsesi untuk tidur dengan Im-im. Aku tersentak kaget saat Imah bertanya soal foto dimana seorang cowok sedang menjilati vagina cewek. "Apa nggak geli ceweknya dijilati kayak gitu terus lagian mau-maunya cowok itu jilatin punya ceweknya padahalkan tempat pipis?". Dengan otak yang sudah kotor aku mulai berfikir bagaimana aku memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. "Gini Im, vaginanya cewek kalau dijilatin oleh cowok malah enak, memang awalnya geli tapi lama-lama ketagihan ceweknya. Kamu belum pernah coba kan?" tanyaku pada Im-im sambil tanganku membuka foto-foto yang lebih hot lagi. "Belum pernah sama sekali, tapi kalau ciuman bibir dan susuku diremes sudah pernah, aku takut kalau nanti hamil". (memang Im-im sangat terbuka tentang pacarnya yang di Bogor dan pernah suatu hari cerita kalau pacarnya ngajak tidur di hotel tapi Im-im nggak mau). "Kalau Cuma kayak gitu nggak bakal bikin hamil, gemana kalau kamu coba, nanti kalau kamu hamil aku mau tanggungjawab dan nggak perlu bingung soal uang, terus kalau ternyata kamu nggak hamil, kamu nanti aku ajari gaya-gaya yang ada difoto ini. Gimana?" Dan Im-im cuma diam sambil lihatin wajahku, sebenarnya aku tahu dia naksir aku sudah lama tapi karena posisi dia hanya babysiters yang membuatnya nggak PD. "Benar ya.., janji lho?" pintanya dengan sedikit ragu. Dan dengan wajah penuh semangat aku bersumpah untuk menepati janjiku, meskipun aku enggak ada niat untuk menepati janjiku. Aku putuskan sambungan internet dan mulai "melatih" Im-im dengan diawali teknik berciuman yang sudah pernah dia rasakan dengan pacarnya, sentuhan halus bibirnya yang lembut membuatku membalas dengan ganas hingga tanpa terasa tanganku telah meremas payudara Imah yang memang masih kencang. Desahan halus mulai muncul saat bibirku menelusuri lehernya yang agak berbulu seolah Im-im menikmati semua pelatihan yang aku berikan. Aku merasa cumbuan ini kurang nyaman, aku dan Imah pindah ke dalam kamar Im-im, perlahan aku rebahkan tubuhnya dan bibirku bergantian menjelajah bibir dan lehernya sedangkan tanganku berusaha membuka kaos dan BH-nya dan kini separoh tubuh Imah telah bugil membuat libidoku tidak karuan. Tanpa ada keluhan apapun Imah terus mendesah nikmat dan tangannya membimbing tangan kiriku meremas teteknya yang bulat sedangkan payudara kanannya aku lumat dengan bibirku hingga terdengar jeritan kecil Im-im. Entah berapa lama aku mencumbu bagian atas tubuhnya dan sebenarnya keinginanku untuk bercinta sudah sangat besar tetapi aku tahu ini bukan saat yang tepat. Perlahan aku turunkan celana pendek dan celana dalamnya bersama hingga Imah sepenuhnya bugil dan ini yang membuat dia malu. Untuk membuat Imah tidak merasa canggung aku mencumbunya lebih ganas lagi sehingga kini Imah mendesah lebih keras lagi dan tangan kanannya meremas kaosku untuk menyalurkan gairahnya yang mulai memuncak. Bibirku kini mulai menjalar kebawah menuju vaginanya yang tertutup kumpulan bulu hitam, perlahan aku angkat kedua pahanya hingga posisi selakangannya terlihat jelas. Samar-samar terlihat lipatan berwarna merah di vaginanya dan aku tahu baru aku yang melihat surga dunia milik Im-im. Kini bibirku mulai menjilati vaginanya yang mulai banjir dengan halus agar Im-im tidak merasa geli dan ternyata rencanaku berjalan lancar, desahan yang tadi menghiasi cumbuanku dengan Imah kini mulai diselingi lenguhan dan jeritan kecil yang menandakan kenikmatan luar biasa yang sedang dirasakan babysiters keponakanku. Semakin lama semakin banyak lendir yang keluar dari kemaluannya yang membuatku lebih bergairah lagi, tiba-tiba seluruh tubuh Imah kejang dan suara lenguhannya menjadi gagap sedangkan kedua tangannya meremas kuat kasurnya. Dengan diiringi lenguhan panjang Imah mencapai klimak, tubuhnya bergerak tidak beraturan dan aku lihat sepasang teteknya mengeras sehingga membuatku ingin meremasnya dengan kuat. Setelah kenikmatannya perlahan turun seiring tenaganya yang habis terkuras membuat tubuhnya yang bugil menjadi lunglai, dengan kepasrahannya aku menjadi sangat ingin segera menembus vaginanya dengan penisku yang sedari tadi sudah tegang. "Imah merasa sangat aneh, bingung aku jelasin rasanya" katanya dengan perlahan. "Belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya, aku takut kalau terjadi apa-apa," sambil memelukku erat. Sambil kukecup keningnya, aku jawab kekhawatiranya. "Ini yang disebut kenikmatan surga dunia dan kamu baru merasakan sebagian. Imah nggak perlu takut atau khawatir soal ini, kan aku mau tanggungjawab kalau kamu hamil," sambil kubalas pelukannya. Sekilas aku lupa libidoku dan berganti dengan perasaan ingin melindungi seorang cewek, kemudian tanpa disengaja tangan Im-im menyentuh penisku sehingga membuat penisku kembali menegang. Wajah Imah tersipu malu saat aku lihat wajahnya yang memerah, kucium bibirnya dan tanpa menunggu komandoku Im-im membalasnya dengan lebih panas lagi dan kini Imah terlihat lebih PD dalam mengimbangi cumbuanku. Teteknya aku remas dengan keras sehingga Im-im mengerang kecil. Kini bajuku dibuka oleh sepasang tangan yang sedari tadi hanya mampu meremas keras kasur yang kini sudah acak-acakan spreinya dan aku imbangi dengan melepas celana pendekku dan segera terlihat penis yang sudah tegang karena aku terbiasa tidak memakai CD saat dirumah. Melihat pemandangan itu, Imah malu dan menjadi sangat kikuk saat tangannya aku bimbing memegang penisku dan setelah terbiasa dengan pemandangan ini aku membuat gaya 69 dengan Imah berada diatas yang membuatnya lebih leluasa menelusuri penisku. Setelah beberapa lama aku bujuk untuk mengulumnya, akhirnya Im-im mau melakukan dan menjadi sangat menikmati, sedangkan aku terus menghujani vaginanya dengan jilatan lidahku yang memburunya dengan ganas. Karena tidak kuat menahan rasa nikmat yang menyerang seluruh tubuhnya, Im-im tak mampu meneruskan kulumannya dan lebih memilih menikmati jilatan lidahku di vaginanya dan aku tahu Imah menginginkan kenikmatan yang lebih lagi sehingga tubuh bugilnya aku rebahkan sedangkan kini tubuhku menindihnya sembari aku teruskan bibirku menjelajahi bibirnya yang memerah. Perlahan tanganku menuntun tangan kanan Im-im untuk memegang penisku hingga berada tepat di depan mulut vaginanya, aku gosok-gosok penisku di lipatan vaginanya dan mengakibatkan sensasi yang menyenangkan, erat sekali tangannya memelukku sambil telus mengerang nikmat tanpa memperdulikan lagi suaranya yang mulai parau. Vaginanya semakin basah dan perlahan penisku yang tidak terlalu besar mendesak masuk ke dalam vaginanya dan usahaku tidak begitu berhasil karena hanya bisa memasukkan kepala penisku. Perlahan aku mencoba lagi dan dengan inisiatif Im-im yang mengangkat kedua kakinya hingga selakangannya lebih terbuka lebar yang membuatku lebih leluasa menerobos masuk vaginanya dan ternyata usahaku tidak sia-sia. Dengan sedikit menjerit Imah mengeluh, "Aduh.., sakit. Pelan-pelan dong" dengan terbata-bata dan lemah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Saat seluruh penisku telah masuk semua, aku diam sejenak untuk merasakan hangatnya lubang vaginanya. Perlahan aku gerakkan penisku keluar-masuk liang vaginanya hingga menjadi lebih lancar lagi, semakin lama semakin kencang aku gerakkan penisku hingga memasuki liang paling dalam. Berbagai rancauan yang aku dan Imah keluarkan untuk mengekspresikan kenikmatan yang kami alami sudah tidak terkendali lagi, hampir 15 menit aku menggenjot vaginanya yang baru pertama kali dimasuki penis hingga aku merasa seluruh syaraf kenikmatanku tegang. Rasa nikmat yang aku rasakan saat spermaku keluar dan memasuki lubang vaginanya membuat seluruh tubuhku menegang, aku lumat habis bibirnya yang memerah hingga Im-im dan kedua tanganku meremas teteknya yang mengeras. Akhirnya aku bisa merasakan tubuh Im-im yang lama ada dianganku. Kami berdua tergolek lemah seolah tubuhku tak bertulang, kupeluk tubuh Imah dengan erat agar dia tidak galau dan setelah tenagaku pulih aku berusaha memakaikan baju padanya karena Im-im tidak mampu berdiri lagi. Saat aku hendak mengenakan CD aku lihat sedikit bercak merah dipahanya dan aku bersihkan dengan CD ku agar Im-im tidak tahu kalau perawannya sudah aku renggut tanpa dia sadari. Kami berdua melakukan hal itu berulangkali dan Imah semakin pintar memuaskanku dan selama ini dia tidak hamil yang membuatnya sangat PD. Tanpa disadari 2 tahun aku menikmati tubuhnya gratis meskipun kini Imah tidak menjadi babysiters keponakanku sebab kakakku telah pindah rumah mengikuti suaminya yang dipindah tugaskan ke daerah lain. Sekarang Im-im menjadi penjaga rumahku dan sekaligus pemuas nafsuku saat pacar-pacarku tidak mau aku ajak bercinta. Saat lebaran seperti biasa Imah pulang kampung selama 2 minggu dan yang membuatku kaget dia membawa seorang cewek sebaya dengan Imah dan bernama Dina yang merupakan sepupunya. Memang lebih cantik dan lebih seksi dari Imah yang membuatku berpikir kotor saat melihat tubuh yang dimiliki Dina yang lugu seperti Imah 2 tahun lalu. Pada malam harinya, setelah kami melepas rasa kangen dengan bercinta hampir 2 jam, Imah tiba-tiba menjadi serius saat dia mengutarakan maksudnya. "Mas, aku sudah 2 tahun melayani Mas untuk membereskan urusah rumah dan juga memberikan kepuasan diranjang seperti yang aku berikan saat ini," Imah terdiam sejenak. "Aku ingin tahu, apakah ada keinginan Mas untuk menikahiku meskipun sampai saat ini aku tidak hamil. Apa Mas mau menikahiku?" Aku terhenyak dan diam saat disodori pertanyaan yang tidak pernah terlintas sedikitpun selama 2 tahun ini. Lama aku terdiam dan tidak tahu mau berkata apa dan akhirnya Imah meneruskan perkataannya. "Imah tahu kalau Mas nggak ada keinginan untuk menikahiku dan aku nggak menuntut untuk menjadi suamiku, 2 tahun ini aku merasa sangat bahagia dan sebelum itu aku telah mencintai Mas dan menjadi semakin besar saat aku tahu Mas sangat perhatian denganku." Imah terdiam lagi dan aku memeluknya erat penuh rasa sayang dan Imah pun membalas pelukanku. "Tapi.., aku ingin lebih dari ini. Aku ingin bisa menikmati cinta dan kasih sayang seorang suami dan itu yang membuatku menerima pinangan seorang pria yang rumahnya tidak jauh dari desaku." Aku terhenyak dan menjadi lebih bingung lagi dan belum bisa menerima kabar yang benar-benar mengagetkanku. Kami berdua hanya bisa diam dan tanpa terasa meleleh air mataku dan aku baru merasa bahwa aku ternyata benar-benar menginginkannya, namun ternyata sudah terlambat. Keesokan harinya aku mengantar Imah ke terminal untuk kembali pulang ke desanya dan menikah dengan seorang duda tanpa anak, menurutnya calon suaminya akan menerimanya meskipun dia sudah tidak perawan. Dengan langkah gontai aku kembali ke mobilku dan melalui hari-hariku tanpa Imah.
fenomania Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Wanita Misteri

Cerita Dewasa Wanita Misteri - Sebenarnya dengan menceritakan kisahku ini, aku flash back ke masa kecilku yang seharusnya tidak boleh terjadi pada usia anak-anak, karena akibatnya sangat buruk seperti yang sudah kuceritakan di situs ini juga dengan judul "Berburu Burung". Mungkin ini yang disebut orang dengan pengaruh kejiwaan dari suatu pelecehan seksual pada anak, dan berakibat nyata ketika menginjak masa remaja. Oh ya, bagi yang belum tahu, namaku Fik, umurku 15 tahun, dan kisah yang kuceritakan di "Berburu Burung" sebenarnya merupakan bagian terburuk hidupku yang selalu membayangiku sehingga aku ceritakan sebagai kisah pertamaku, meski seharusnya kalau diruntut kebelakang ada yang melatari kisah itu, yaitu kejadian yang akan kuceritakan berikut ini. Waktu itu aku berumur 10 tahun, lebih sedikit, pokoknya kelas IV SD, cukup kecil mungkin, tetapi saat itulah kejadian yang akan mengubah hidupku terjadi. Sebenarnya, seperti anak-anak SD pada umumnya, tentunya belum tahu apa itu alat kelamin, dan belum punya perasaan atau prasangka macam-macam apabila seseorang memperlihatkan atau menunjukkannya pada kita, aku yakin itu, namun suatu hari, hal itu berubah setelah kejadian itu. Suatu hari setelah usai belajar kelompok dengan teman-teman, aku bermaksud mengantar pulang salah satu temanku cewek, yang rumahnya agak jauh, sementara kami biasa belajar mulai habis maghrib hingga selesai yang kadang sampai pukul 21:00 WIB, sehingga tidak berani pulang sendirian. Dia biasa kupanggil Na, umurnya sebaya denganku, cewek terpandai di kelasku, sehingga banyak kelompok belajar yang memperebutkannya, dan beruntung dia mau menjadi anggota kelompok kami. Kisah ini berawal dari sini, aku boncengkan dia pulang ke rumahnya dengan sepeda kecilku. Kukayuh pelan-pelan, santai saja lagian belum terlalu malam untuk ukuran desaku, karena baru pukul 20:00 lebih sedikit, dan malam itu rupanya agak ramai. Hingga akhirnya memasuki jalan yang kanan-kirinya banyak ditumbuhi bambu. Ya, tempat ini yang ditakuti oleh Na, aku sih biasa saja kalau ada teman, tetapi kalau sendirian yang paling-paling ngebut saat melintasi jalan itu, ngeri sih. Namun, rupanya malam ini tidak demikian, karena terlihat sebuah mobil akan melintas ke arah kami. Tetapi tiba-tiba mobil itu berhenti di depan kami dan segera keluar seorang wanita dari pintu kemudi, kuhentikan sepedaku, sepertinya wanita itu mau menanyakan sesuatu kepada kami. Rupanya dugaan kami keliru, wanita itu mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan menodongkannya kepada kami. Berdua kami terperanjat dan mau berteriak, tetapi urung terlaksana kami sudah diancam dengan nada serius, sehingga kami pun menuruti saja apa maunya. Sepedaku pun dilemparkan ke semak-semak, sehingga tidak mencurigakan, dan kami disuruh masuk ke mobilnya. Di dalam mobil Panther itulah kami berdua kehilangan kesucian. Awalnya dia menyuruh kami duduk di kursi yang sudah direbahkan, kami tidak tahu akan diapakan, yang jelas kemudian dia melepaskan bajunya satu persatu sambil terus menatap kami berdua. Kami pun diam saja karena memang tidak tahu maksudnya. Setelah lepas semua baju dan telanjang bulat, dia menyodorkan kedua puting susunya kepada kami. Kami tidak mau, tetapi segera mendapat ancaman lagi, sehingga kami pun terpaksa melakukannya juga. Aku dan Na pun mengisap puting susunya bersamaan. Dia pun sepertinya menikmati hisapan kami berdua sambil tangannya mengelus-eluskan selakangannya. Kami pun terus melakukannya seperti yang dia mau, sementara payudaranya semakin membesar saja, dengan sesekali dia meremas-remasnya sendiri, hingga benar-benar mengeras. Kami tersentak ketika tiba-tiba kedua tangannya meraih selakangan kami, tapi tidak ada yang bisa kami perbuat selain menurut. Aku pun merasakan penisku diremas-remasnya sehingga menegang, sementara mulutku masih mengisap puting payudaranya. Tak lama kemudian dia menyuruh kami berhenti mengisapnya. Tapi apa yang diperbuatnya, tangannya beralih ke Na yang sedang telentang, dibukanya pakaiannya satu persatu hingga telanjang bulat, demikian juga terhadapku. Sehingga kami bertiga telanjang semua. Dia pun beraksi, mulai dengan Na dia menciumi sekujur tubuh Na, mengisap payudaranya, menjilati seluruh tubuhnya dan mengisap dalam ketika tepat di selakangan Na. Na pun hanya dapat mendesis pasrah, sambil sesekali menjerit kecil, bahkan menggelinjang seiring jilatan-jilatan wanita itu di tubuhnya. Aku sendiri disuruhnya mengocok penisku, aku tidak tahu harus dikocok segala, sementara kurasakan penisku semakin keras saja. Sesaat kemudian dia beralih ke arahku. Setelah puas dengan Na, langsung saja dia menciumiku, hingga aku merasakan kegelian di seluruh tubuhku. Akhirnya dia berhenti di pangkal pahaku, mempermainkan penisku yang sudah mengeras dan kemudian melumatnya. Aku merasakan perasaan lain saat dia tiba-tiba menghisap penisku. Aku pun hanya dapat mengerang dan berkelojotan kegelian, sementara deru nafasnya pun semakin tidak karuan saja. Kemudian dia berhenti dan beralih posisi. Kini dia yang berbaring, sementara kami yang berdiri. Dia menyuruh Na duduk di perutnya membelakangi aku, Na pun menurut saja. Kemudian disuruhnya Na merebahkan tubuhnya, sehingga tepat di payudaranya agar nanti menghisapnya lagi bergantian, sementara aku, dengan agak kasar dan sambil memegang penisku, dibimbingnya penisku ke arah selakangannya. Kemudian aku disuruh memasukkan penisku ke lubang di selakangannya dan menggerakkan tubuhku maju mundur di vaginanya. Dan tanganku diletakkan pada dada Na supaya aku meremas dadanya saat dia memberi aba-aba untuk memulai secara bersamaan nanti. Setelah semua telah diaturnya, dia pun menyuruh kami memulai. Sesuai apa yang disuruhnya tadi, Na pun mengisap bergantian payudaranya yang mengeras dan aku pun mengocokkan penisku di vaginanya. Kali ini wajahnya yang tadi serius berubah total saat kami melakukan seperti apa yang disuruhnya. Dia mendesis, menggelinjang menikmati apa yang kami lakukan secara bersamaan, beberapa kali dia memekik tertahan sambil menggelinjang menggoyangkan tubuhnya. Mulutnya menganga dan sesekali tangannya memegang pinggangku dan merapatkannya di tubuhnya. Sementara tanganku meremas-remas buah dadanya, sehingga dia pun kadang-kadang mengerang kegelian. Aku sendiri merasakan sesuatu yang aneh merambahi sekujur tubuhku. Aku tak tahu apa yang terjadi padaku, apalagi saat kubenamkan penisku di vaginanya, rasanya seperti geli tapi di seluruh tubuhku, sehingga dalam mobil itu yang terdengar hanya nafas yang terengah-engah yang kadang diselingi erangan penuh kenikmatan. Tapi itu tak bertahan lama, karena sesaat kemudian kurasakan tubuh wanita itu mengejang, menggelinjang tak karuan dan mengerang dengan nafas berkejaran. Kemudian tiba-tiba dia menjepitkan kakinya di tubuhku, sedangkan kedua tangannya memeluk erat kami berdua sambil mengerang panjang dan tubuhnya melemas. Sesaat kami dalam pelukannya, dan keringat kami pun membasahi tubuh kami bertiga, kurasakan vaginanya mengeluarkan cairan dan mengenai penisku yang masih di dalam vaginanya. Dia kemudian melepaskan pelukannya sambil tersenyum simpul penuh makna. Kemudian dia menyuruh kami berganti posisi lagi, kali ini Na yang ada di kursi, sementara aku berdiri dan wanita itu ada di belakangku. Dia kemudian menyuruhku memasukkan penisku ke vaginanya Na. Aku pun tidak dapat menolaknya. Aku pun memasukkan penisnya ke tubuh Na, Na pun menjerit kesakitan. Dengan sigap dia menyodorkan puting susunya ke mulut Na, sehingga Na tidak menjerit kesakitan lagi, dan aku pun menggoyangkan tubuhku sesuai perintah wanita itu, sementara terlihat darah mengalir dari vaginanya Na. Sementara kami melakukan adegan itu, wanita itu duduk di belakang kami memperhatikan gerak penisku maju-mundur di vaginanya Na, dan kemudian membersihkan darahnya Na. Sedangkan kami pun tetap melakukan adegan tadi hingga kurasakan semakin enak saja, sepertinya Na juga merasakan hal yang sama sepertiku, karena dia tidak lagi menjerit, tapi mengerang dengan nafas naik turun. Tiba-tiba dari belakang Wanita itu menghentikan apa yang kami lakukan, sesaat dia menjilati penisku yang benar-benar lain rasanya dan menjilati juga vaginanya, kemudian kembali memasukkan penisku ke vaginanya Na dan menepuk bokongku untuk meneruskan lagi mengocok. Hingga tak lama kemudian kulihat Na semakin terengah-engah dan mulai menggoyangkan tubuhnya ke kanan ke kiri sepertinya tak tahan lagi menahan sesuatu yang mau keluar, sedangkan mulutnya menganga mengeluarkan suara erangan-erangan kecil. Wanita itu melihat apa yang terjadi pada Na, langsung dia ikutan menjilati payudara Na, sehingga Na semakin tak karuan menggelinjang, dan akhirnya dia pun mengerang panjang sambil tubuhnya mengejang tak karuan. Aku pun semakin mempercepat kocokan penisku di vaginanya, dan dia pun kemudian kurasakan tubuhnya mengendur lemas dan terbaring di kursi. Kurasakan vaginanya basah oleh cairan yang mengalir dari dalam. Aku pun kemudian disuruh wanita itu mengeluarkan penisku dari vaginanya. Aku pun sudah dari tadi sebenarnya merasakan kenikmatan dari apa yang kulakukan, tapi ternyata rasa itu lama bertahan dalam tubuhku. Kemudian wanita itu menyuruh Na untuk mengocok penisku dengan mulutnya dan mengisapnya. Ternyata rasa nikmat itu kembali merasuki tubuhku dan semakin memuncak, sementara hisapan-hisapannya semakin panjang saja, rupanya dia juga menikmatinya. Hingga saat dia mengisapnya sangat panjang, aku pun tak tahan lagi. Dan aku pun mengingatkan Na agar menghentikan apa yang dilakukannya, karena kukira aku mau kencing. Ternyata setelah Na menghentikan sedotannya, malah penisku kemudian diraih oleh wanita itu, dan dimasukkannya ke mulutnya. Dimasukkannya penisku hingga tak tersisa, kemudian dihisapnya dalam-dalam, hingga aku tak tahan lagi. Seiring erangan panjangku, aku merasakan hal yang luar biasa, tubuhku menggigil merasakan kenikmatan yang tiada tara. Penisku yang sudah dikeluarkan dari mulut wanita itu menyemburkan cairan putih kental yang langsung dicegat oleh mulutnya lagi dan ditelannya. Bahkan cairan yang tak lain adalah sperma pertamaku itu yang masih tersisa di penisku pun dijilatinya hingga tak tersisa. Setelah itu kurasakan lemasnya tubuhku, demikian pula yang kulihat pada Na maupun wanita itu. Kemudian dengan kasar dia menyuruhku segera berpakaian kembali. Setelah itu kami diberi minuman seperti jus jeruk, tetapi setelah beberapa saat kami minum, kami merasa ngantuk berat, kemudian tertidur dan tak sadarkan diri. Kami baru terjaga saat banyak orang mengerubungi kami sambil membawa lampu yang sangat terang. Kami bingung melihat kejadian itu, karena kami berdua tidak lagi di dalam mobil, tetapi sudah berada di semak-semak dekat rumpun bambu bersama sepedaku. Aku pun bertanya kepada mereka, katanya kami baru saja dibawa gondoruwo. Tapi sebenarnya tidak, karena besoknya kami berdua merasakan kesakitan pada alat kelamin kami, dan ketika kembali ke tempat itu, di sana memang aku menemukan bekas ban mobil. Untung saja kejadian itu tidak diketahui oleh masyarakat yang lainnya. Hanya saja kejadian tersebut membuatku menjadi seperti mendapatkan tekanan perasaan bersalah terhadap Na. Bahkan setelah itu, kadang-kadang timbul keinginan untuk mengulanginya, sehingga sering aku melampiaskannya dengan onani, atau melamun sendiri di kamar karena dihantui perasaan itu.
fenomania Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Cewek Amoy

Cerita Dewasa Cewek Amoy - Gue sering denger dari temen2laki gue, kalo die tuh seminggu sekali kalau kedarat suka nyabo sama cewek2 yang disediakan khusus untuk karyawan eksekutif perusahaan mereka. Tapi.Gue juga doyan ngelesbong sama temen2 gue. Temen lesbong gue buanyaak banget, dari tukang pijit gue sampe babu gue pernah gue ajak maen, kadang2 gue juga doyan sama cowok yang masih muda, yang umurnye kira2 15 sampe 17 tahunan yang paling gue doyan. Soalnye mereka suka mokal2an kalo gue bugil didepan mereka, apalagi kalo gue suruh liat memek gue yang yang berbibir tebal kehitam2an, bagian dalam liang memek gue warnanya merah muda, masih lumayan seger, clit gue gede kayak kacang Garuda, warnanya coklat kehitaman, pokonya enak punya cut, bulu jembut gue jangan ditanya lebatnya, gue sayang banget sama jembut gue, soalnya diantara sohib2 lesbong nggak ada yang jembutnye selebat gue, walau pake CD, bulu itu berebutan keluar dari selangkangan. Makanya kalau gue lagi mau bikin bocah2 itu teler berat, gue suka singkapin rok gue supaya mereka bisa melihat CD tipis yang gue pakai. Biasanya mereka akan menelan ludah sewaktu memandang bayang2jembut dibalik CD itu, bahkan kadang2 mereka bingung, koq jembut gue sampai luber keselangkangan. Terus gue akan kuak celana dalam gue lewat selangkangan, sehingga memek gue menyembul keluar, lalu gue sibak jembut gue dan gue buka bibir memek gue sampai lubang memek merah muda gue kelihatan, terus gue pilin2 itil gue sambil mengerang kayak kucing kebelet didepan mereka, kalo memek gue udeh becek, gue masukin jari2 gue kedalam pink hole gue, terus gue jilat lendir yang ber-leleran dijari gue, gue jilat dan isep2 didepan bocah2 itu, biasanya perbuatan gue itu membuat mereka ileran, sekali kali gue lumurin lendir gue kedalam mulut mereka atau ke- hidung mereka, at last bocah2 itu gue suruh isepin itil gue sampe gue konaq, ada juga yang belagu nggak mau, mereka bilang bau. Sialan.........memek gue baunye kan enak banget, temen2 lesbong gue aje pada berebutan buat nyedot lendir memek gue. Tapi yang gue paling happy kalo ngeliat bocah2 itu tersipu2waktu gue sedot kontolnye, baru dua menit gue emut udeh ngecret, nggak pernah ada yang tahan sampe 3 menit, gue memang paling haly kalo suruh emut kontol atau emut memek. Doyan sich.......Sering juga gue kocok kontol mereka yang pada basah dengan menambahkan lendir memek gue, baru gue emut. Gue selalu meminum air mani bocah2 itu sampai habis, denger2 bisa bikin sehat. Ada yang peju-nya kental banget, berwarna putih dan bau air sumur, tapi gue nggak perduli, buat gue bau itu enak. Ada juga yang pejunya encer banget dan bening nggak berbau. Pernah ada satu bocah yang pejunya buanyaak banget, ngeceretnya ngak berhenti2, sehingga mulut gue sampai nggak muat, tapi gue isep terus sehingga peju anak itu luber keluar dari mulut gue, buru2 gue tampung sama celana dalamnya, setelah selesai baru gue jilatin lagi celana dalam bocah itu sampai bersih.Kalau mereka sudah loyo, gue akan bangunin lagi dengan cara bermain sendiri, bermasturbasi didepan mereka sambil menyedot2 keris mereka. Kontol remaja2 itu tidak ada yang gede, tapi ngacengnya lama, jadi gue suka banget waktu kontol itu masuk kedalam memek gue. Paling2butuh 2 sampai 3 menit ulekan, langsung memek gue disemprot lagi sama peju mereka. Soalnya kata mereka memek gue mpot ayam, gue juga tau kalo goyangan dan cengkraman memek gue begitu dashyat, bahkan Gito suami gue, paling tahan 10 menit, sudah itu dia akan menarik keluar kontolnya lalu menjejalkan kedalam mulut gue atau lubang pantat gue. Gue punya babu 3 orang, semuanya gue seleksi dengan syarat harus bisa gue ajak lesbong.Babu yang paling tua si Siti, usianya 40 tahunan, tubuhnya agak gemuk tapi kencang, buah dadanya gede banget, puting susunya yang berwarna coklat tua juga besar, kulit tubuhnya berwarna gelap, hitam manis, memeknya udeh bergelambir, warnanya coklat tua, bagian dalam warnanya merah tua dan selalu becek, dia selalu memakai kebaya, sering gue angkat sarungnya dari belakang sampai pantatnya yang berwarna hitam itu menyembul lalu gue cubitin atau gue pukul2. Si Siti tidak boleh pakai celana dalam, itu perintah dari gue, sehingga setiap saat kalo gue angkat sarungnya langsung kelihatan memek maupun pantatnya. Pernah waktu doi lagi cuci piring, gue suruh angkat sarungnya lalu dari belakang gue sodok lubang pantatnya dengan terong yang bergerigi, dia menjerit jerit kesakitan sambil mencengkram meja dapur, menahan rasa nyeri, biasanya dia akan menaikkan sebelah kakinya keatas meja supaya lubang pantatnya lebih terbuka. Gue bisa mencapai orgasme kalau melihat adegan itu. Pernah juga pagi2 gue masukin timun kedalam memeknya, terus seharian dia tidak boleh melepas benda itu, jalannya ngangkang sambil kejang2, sorenya waktu gue cabut, lendir yang penuh di timun itu gue suruh dia jilat dibantu gue juga. Bau memeknya eksotis banget. Babu kedua namanya Sari, umurnya kira2 28 tahun. Berkulit coklat, rambutnya agak panjang sampai dada. Doi sudah kerja 1 tahun untuk kami. Wajahnya manis, tubuhnya agak tinggi tapi berisi, buah dadanya sedang tapi montok, yang gue suka puting susunya itu, warnanya merah muda dan kalo lagi ngaceng buseet menonjol banget. Gue doyan ngemut2puting itu, gue gigit2 tapi sayang belum punya susu, soalnya belon pernah punya anak. Memek Sari bentunya indah sekali, pokoknya impian setiap laki2. Warnanya merah tua bagian luar, dan pink bagian dalam, lubang pantatnya juga berwarna merah tua. Si Sari paling doyan kalo disuruh masturbasi sendiri, beberapa alat gue ada di kamarnya.Sari tugasnya nyuci dan ngepel, kalo lagi nyuci gue suruh doi nyucinya jongkok sambil ngangkang, terus gue duduk dihadapannya sambil menjulurkan kaki menyentuh memeknya yang lembut. Gue cubit2 mememknya pakai jari kaki gue, terus gue selusupin kebalik celana dalamnya, gue kocok2 memeknya pakai jempol kaki gue, kadang2 gue tarik itilnya sampai doi kejang2keenakan, kalo udeh gitu kami akan kekamar mandinya sambil berciuman, terus doi akan tiduran dilantai kamar mandi sambil masturbasi disertai rintihan2 eksotis yang bikin jantung gue berdegup keras, darah panas gue rasanya mau nyembur keluar. Kalo nafsu sedang memuncak gue suka kebelet kencing, nah biasanya gue akan berdiri diatas Sari terus gue kencingin mukanya, dan dengan lahap doi akan meminum air kencing gue. Gue juga doyan sama air kencingnya doi, sedaaap.....dan rasanya asin2. Lendir memeknya berwarna putih kayak air mani, kental dan lengket, baunya seduaaap banget, kalo lagi orgasme gue suruh doi jongkok diatas mulut gue, terus gue benamin mulut gue kedalam memeknya sambil menyedot dan menjilat bersih semua lendir doi. Doi akan menjerit2 sambil menjambak2 rambut gue. Nah suatu hari waktu laki gue lagi ngelaut, gue panggil babu gue yang ketiga, umur si Umi baru 16 tahun. Biar masih kecil tapi semua bagian tubuhnya udeh gue bikin dewasa. Rambutnya pendek seleher. Bibirnya yang paling eksotis, merekah merangsang, dan selalu basah. Buah dadanya lebih besar dan lebih kencang dari punya Sari, putingnya kecil berwarna merah muda, doi suka pakai rok pendek dan kaos oblong. Memeknya juga indah, itilnya juga kecil berwarna merah muda sampai kedalam2. Memek Umi becek terus sama dengan bibirnya. Lubang pantatnya paling oke, gue paling doyan ngejilat2 lubang itu, membuatnya menggelinjang2 kegelian. Gue gumulin die, gue suruh doi maenin itil gue pake semacam alat yang dibeli laki gue. Laki gue memang paling doyan beli alat2 buat memek gue, tiap pulang ada aje alat baru buat dipraktekin di memek gue. Gue juga paling doyan kalo memek gue dikerjain sama die, dulu pernah itil gue disetrum, setrumnya sudah diatur sedemikian rupa, tapi pertama kali sakitnya bukan main, lama2enuaaak banget, sering alat penyetrum yang dicolok kelubang memek itu gue buat nyetrum lobang memek sama lobang pantat si Umi, sampe die menjerit2 histeris keenakan. Sekarang gue kembali ke si Umi yang lagi ngocokin memek gue pakai vibrator besar, yang bentuknya kayak timun juga penuh dengan duri2 karet yang menjuntai kebawah, kalo dimasukin ke dalam memek duri2 itu mengikuti lubang tapi waktu ditarik duri itu akan mengembang sehingga lobang memek gue kayak dikerok, semua lendir akan terbawa keluar menempel disela2 duri itu, nah setiap kali Umi menarik keluar gue menjerit keenakan, terus gue liatin alat itu dimasukin ke-mulutnya, semua lendir gue disedot abis. Alat satunya lagi khusus buat lubang pantat, bentuknya sama cuma agak melengkung dan durinya tidak bisa mengikuti lubang, agak kaku, sehingga kalo dimasukin buat yang pertama kali, sakitnya jangan dikata, tapi kalo udeh biasa, alat itu akan memberikan kenikmatan yang tak terkira, sampai bikin merinding, apalagi getaran alat itu begitu dasyat. Gue mengerang2 waktu si Umi memilin2 kacang gue sambil diemut2, mata Umi redup menikmati pekerjaannya, gue suruh Umi balik sehingga pantatnya menghadap gue. Mulailah gue kerjain lubang pantatnye dengan lidah gue, jari tangan gue masukin ke lubang memeknye, gue kobok2 lubang itu, Umi berteriak2 kecil, kadang2 merintih, kalo doi mau keluar, gue masukin lidah gue kedalam lubang memeknya yang berwarna merah muda. Memek Umi botak, sebab dulu gue cukur, supaya gampang ngerjain lubangnya, kalo nggak dicukur bulunya tebal banget, tapi sejak dicukur gue jadi rindu bau bulu memek Umi. Kembali dia ngecret dilidah gue, lendirnye asin dan bau pesing dikit, tapi enak, gue demen tuh yang rada jorok, dari pada yang namanye memek tapi baunye sabun, kan nggak lucu. "Elo sekarang boleh juga jilatannya" Gue puji die. Umi tersipu2 sambil menjilati bibirnya yang penuh lendir memek gue. Gue tarik kepalanya terus gue jilat dan emut mulut si Umi, lidahnya menari2membelit lidah gue, kami sama2 menikmati lendir gue. "Mi,.sekarang elu nungging kayak si Tole (anjing gue), gue lagi nafsu nih sama lobang memek elu.nungging sambil ngangkang ye" Umi menuruti perintah gue. Sekarang pantat umi yang berkulit hitam manis itu mencuat keatas ranjang, gue bangun berlutut didepan lubang pantatnya yang berwarna kehitaman, ada bulu2 keriting yang mulai panjang, iseng2 gue cabut sejumput, si Umi menjerit keras. "Aduuh......sakit banget non, diapain lubang pantat Umi?? Umi merintih, tapi gue nggak perduli, gue memang sadis kalo lagi ngelesbong. Gue buka buah pantatnya Umi selebar2nya, sehingga lubang itu sekarang agak menganga, Umi mengerahkan tenaga, sehingga lubang itu makin besar, gue masukin lidah gue kedalam lubang itu, lalu gue jilat2 bagian dalam lubang pantatnya. Umi mengerang2 kegelian atau keenakan, tidak ada rasanya, gue colok memek Umi pake jari2 gue, terus gue masukin lendir dari memeknya ke lubang pantat itu. "Aaaah non......enak sekali non, aduuh badan Umi rasanya kesetrum........aduh noon mau keluarrrr....." Umi berteriak2sambil menggoyang2kan pantatnya. Segera gue susupin kepala gue dari belakang, lalu gue pangut memek Umi, gue masukin hampir semua mulut gue kedalam lubang memeknya, lidah gue mencari2 lubang ngecretnya, itilnye gue gosok2 sama hidung gue. Diiringi jeritan dashyat Umi, gue rasakan cairan panas mengalir, warnanya putih kayak air mani, baunya enuaaak banget.........gue sedot sampai bunyi. "Aduhhh non, terus jilat yang dalam, aaaaa......." Umi sekarang bekelojotan mengulek2memeknya seolah2 gue kepala gue mau dimasukin kedalam lubang memeknya. Gue tahan rontaan doi.....tak berapa lama kemudian tubuhnya mengejang kaku sekali, kedua pahanya menjepit keras kepala gue, sekarang memek doi didorong ke hidung gue yang mancung, terus Umi kembali menjerit sambil mencengkram ranjang dan menekan dalam lubang memeknya ke hidung gue, gue megap2 napas melalui mulut, setelah itu Umi merintih kayak kucing, lemas. Gue masih menggosok2kan hidung gue yang penuh lendir memeknya ke itil berwarna merah muda itu. Bau memek Umi memang bikin mabuk kepayang." Mi......memek lu betul2 baunya merangsang bangeet.......sekali kali gue kenalin lu ama Bu Melly, dia paling doyan sama memek kayak elu". "Janggan non.... Umi malu, cuma sama non Dita saja Umi mau begitu\\rdblquote Umi berkata sambil menghela napas, matanya meredup, gue sedot2 putting susunya yang berwarna merah tua itu, toketnya sedang tapi kencang, soalnye masih muda. Umi mengambil CD nya yang berwarna hitam, lalu diciumnya celana dalam itu. "Waktu Bu Ana datang dua hari yang lalu, Umi mergokin Bu Ana lagi nyiumin celana dalam Umi di kamar mandi" Gue tersenyum kecut, Ana memang punya hobby koleksi CD bekas, pernah gue diminta jangan ganti celana dalam selama seminggu, gue cium......wuaah bau pesiing banget. Tapi si Ana nyiumin sampai meram melek, pas gue singkap gaunnya, terlihat lendir memeknya berleleran melekat di celana dalamnya, akhirnya gue tukar2an celana dalam sama dia. "Bu Ana memang hobby koleksi celana dalam Mi\\rdblquote Jawab gue sambil membelai pipinya yang bersih. Dia memandang gue dengan sayu, lalu gue kecup bibirnya yang masih agak lengket bekas lendir. Terus gue ajak doi mandi sama2. Cerita ini ampe disini dulu, soalnya gue lagi mens jadi nggak nafsu terusin, bawaan gue mau marah terus, tunggu cerita gue yang lebih dashyat, soalnya dalam urusan sek mengesek, gue udeh mulaiin sejak masih sekolah di SMP kelas satu, dan punya seabrek pengalaman yang serem2.
fenomania Cerita Dewasa

Cerita Dewasa China Hot

Cerita Dewasa China Hot - Cerita ini bermula saat Hany Keturunan Chinese yang mulai terbuka padaku. Aku 36 th, married dan telah memperoleh 3orang anak, bekerja di bidang medis, dan tinggal di Selatan Jakarta. Wajahku biasa aja, hitam manis kata istriku, tinggi badan 165 cm, rambut lurus-halus cenderung tipis. Kehidupan sex-ku normal, bahkan dapat dikatakan aku mempunyai nafsu sex yang tinggi. Meskipun dengan istriku aku telah mendapatkan kepuasan, namun sebagai laki2normal, aku juga mempunyai fantasi untuk melakukan hubungan intim dengan wanita lain. Aku akan sangat terangsang pada type wanita kutilang-dara (kurus tinggi langsing, dengan dada rata). Itulah gambaran diriku, menjelang Valentine's day ini aku jadi teringat peristiwa 5 th silam, dan kucoba untuk menuangkan dalam bentuk tulisan. Antara 1997-98 aku mendapat tugas belajar di Surabaya. Kota Surabaya sangat tidak asing bagiku karena disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku putuskan untuk kost karena gak mau ngerepotin sanak-saudara, lagian cuman 6bulan. Baru 2 hari dan belum selesai beresin baju -buku2 yang kubawa, nafsu dan gairahku meningkat butuh penyaluran, sampai akhirnya onani. 'Gue gak bisa kaya gini terus.....' pikirku dalam hati. Besoknya aku cari beberapa no telf teman2 deketku se-angkatan. Singkatnya aku dapatkan no seorang teman, sebut saja Hani, usia kami sebaya, married with 2 kids. Kami dulu pernah deket, sering jalan bareng juga 1 kelompok saat praktikum. Hanni keturunan chinese, cukup tinggi untuk ukuran wanita, kulit putih, dada rata. Awalnya hanya saling telfon, diskusi, makan-makan dan jalan bareng, sampai suatu saat (pertengahan februari) dia telfon (kayanya abis nangis) ingin bertemu. "Mas, bisa nggak datang ke rumahku, aku pengen cerita". 'Ok, say, ntar ktemu di tempat biasa ya, jawabku. Dengan Lancer th 83'an aku meluncur menemuinya, kemudian bareng ke rumahnya. Dalam perjalanan kami ngobrol macem-macem mulai ilmiah, politik sampai hal-hal yang jorok, "Mas, kapan pulang ke Jakarta?" dia tanya (jadwalku pulang tiap bulan). "Minggu depan, emang knapa?" aku balik tanya. "Gak papa sih cuman, iseng aja". 'Kalo cuman iseng, jangan cuman nanya........ngerjain aku deh', timpalku. 'Hehehehe dasar ngerest, otakmu' tak terasa kami telah sampai ke rumahnya hani membuka pintu pagar rumah. (terasnya kotor...penuh debu, kaya beberapa hari gak disapu. 'Kamu tinggal disini?????' tanyaku heran. "kebangetan deh.......aku gak tinggal disini, ini rumah ortu yang kmaren abis dikontrakin, seminggu sekali aku tengok dan bersihin", jawabnya sambil masuk ke dalam. Aku masukkan mobilku dan segera masuk rumah... Meskipun tersanya kotor penuh debu, tapi rumahnya gak pengap....... Cukup nyaman, perabotannya terpelihara. Hani mempersilahkanku duduk smentara dia sapu teras depan. 'Enak2in diri ya.....aku bersih2 bentar'katanya. 'Gimana mau enak...... udah gak disuguhi minum,.... Ditinggal lagi,' sahutku "Udah ah, aku mandi dulu ya?". Langsung aja otakku ngeres membayangkan tubuhnya yang indah di balik baju yang dikenakan 'Whats the problem?' tanyaku basa-basi, sambil pindah duduk kesebelahnya. 'Biasa....... masalah keluarga', katanya. 'Is it about sex?' Gue becandain 'Loe tetep aja kaya dulu, sableng, and gak jauh dari sono'...... tapi ada benernya sih..... meskipun gak langsung', jawabnya. Kemudian Hani cerita panjang lebar, intinya rasa gak puas sikap suami yang otoriter dan selalu menyalahkannya bila ada perselisihan dengan mertua. "aku bner2 capek, Sony (suaminya) selalu berpihak ama ibunya, padahal aku berusaha netral kalo mertua ngomel2". Sambil terisak dia akhiri ceritanya. Saat aku pegang tangannya, dan dia diam, malah bilang "boleh aku nyandar di dadamu?". Aku mengangguk dan segera meraihnya serta membelai rambut sebahu itu dengan lembut. Kucium keningnya perlahan, Hani tengadah dan berbisik lirih "Mas, aku butuh support, kasih sayang dan belaian mesra". Saat itu aku merasa hanyut dengan situasi yang diciptakannya, sehingga tanpa rasa canggung kucium matanya, hidungnya, hanni menngeliat sehingga bibir kami bertemu. Hanni bangkit dan berkata lirih sambil memelukku, "hold me tight, im yours now". Aku cium kembali bibirnya dengan lembut, hani merespon dan memagutku. Kami berpelukan bagai sepasang kekasih yang baru berjumpa setelah sekian lama berpisah dengan segunung kerinduan. Dengan posisi hani duduk di pangkuan, tanganku bergerak meraba rambut dan lehernya, Hani melenguh, tangannya mencari dan mencoba meraih penis yang udah tegang dibalik celanaku. Tangan kananku kemudian bergerak dari perutnya kearah pinggul, hani bergeser turun dari pangkuanku sambil menaikkan pahanya, otomatis dasternya terangkat. U know what?, ternyata hani gak pake CD. "mas aku pengen,........... do it now bisiknya. Segera aku jilat mecky merah muda yang indah dengan sedikit rambut namun panjang2itu, aku basahin dan sibakkan bulu2 halusnya dengan lidahku sambil sesekali menyentuh clitnya. 'Ahhhh,............ mas....... Aku...........pengen, fuck me now'...................... Tangannya berusaha membuka celanaku dan menggenggam penisku. 'Aku risih di sini' aku berasa gak enak karena masih di ruang tamu. "kamar yuk', katanya berdiri dan mengunci ruang tamu tempat kami melakukan pemanasan. 'Siapa takut......,dia tersenyum dan berjalan sambil membuka dasternya, aku ikuti dari belakang, begitu indah tubuhnya........mulus bak pualam. Ruang tidur utamanya berukuran 5x6 m luas dan cukup mewah. Yang istimewa adalah adanya cermin besar (mungkin 3X2,5 m) di depan bed. Didepan cermin aku peluk Hani yang dengan cekatan membuka kemeja, celana serta CD-ku, begitu indah dan menggairahkan. Erotis banget gerakan2 kami dilihat dari cermin itu. Penisku segera mencuat kencang seakan-akan kegirangan menemui kebebasannya. Aku puaskan seluruh dahaga-ku, kami saling meraba dan berciuman. Setelah beberapa saat saling meraba, Hani menghempaskan tubuh indahnya ke tempat tidur yang telah menanti. Kuteruskan kegiatanku yang terhenti tadi, hoping that she'll understand what I want. Look's like she catch what im thinking, Hani berbalik memposisikan diri pada posisi 69.... dia kulum penisku, yang segera berkembang, ke ukuran tempurnya dengan diameter 2,5-3 dan panjang 15-16an -cm. Ahhh... skarang aku mendesah menikmati kuluman dan hisapan lembut Hani......... 'Kamu jago banget ngisep, Han' kataku memujinya, sambil tetap menghisap meckynya, yang telah dibasahi lendir gairah. Ohh,............ mas........... ayo.......... katanya bangkit dan jongkok diatas miniature monasku....... Diraih dan diarahkan penisku ke liang senggamanya, kemudia dia bergoyang naik turun sambil menggigit bibirnya. I catch her tiny breast and squeze it slowly, then after 3 mnts, Hani wants me on her body... tampaknya hani telah mencapai orgasmenya saat dia menunggangiku........ Aku balik badannya dengan posisi penis masih tertanam. Hani membantu membuka lebar2gerbang surgawinya.dengan mengangkat ke 2 pahanya ke atas. Aku maju mundurkan penisku, dengan ritme 5kocokan ringan X 1deep penetrated, 'Mas....,mmmmhhh,......Deeper....... Harder......., dia meracau.......... 'Ini udah maksimal kataku',..... Hany ketawa..... sehingga otot2 vaginanya ikut berdenyut seirama tawa......., aku tarik tubuh hanni ke ujung bed, dan kutekan dalam-dalam penisku. Hanni berteriak histeris menikmati gaya permainanku, ke2 tangannya menarik pinggulku seakan-akan menahan penisku tetap pada posisinya. Han....... Aku mo sampai.......... belum sempat dia menyahut aku keluarkan spermaku ke rahimnya........... Sepertinya hanni juga telah mencapai orgasme nya yang ke 2 saat itu. Kami bercanda dan bercengkrama di tempat tidur sehabis pertempuran yang menguras tenaga tadi. 'tadi kamu kebangetan deh, gue gak bisa nahan ketawa waktu loe bilang udah maksimal'........, 'loe yang kebangetan', timpalku udah tau penisku segitu malah bilang lebih dalem......,gara-gara kamu ketawa aku gak kuat nahan,..........abis meckymu juga ikutan ketawa timpalku....... 'Hehehehe siapa suruh loe nahan', katanya. Udah ah, mandi bareng yok, katanya manja sambil menciumku. Setelah kejadian itu kami semakin sering ktemu dan ML di tempat-tempat yang memungkinkan, sampai aku selesaikan tugas belajarku.
fenomania Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Penguasa Laut

Cerita Dewasa Penguasa Laut - Namaku adalah Han. Aku adalah perwira dari kerajaan Ming. Aku ditugaskan untuk mengantar ratusan pedagang dari wilayah utara ke negeri selatan yang bernama Majapahit. Kerajaan itu dikabarkan sebagai kerajaan terkuat di Asia tenggara karena berhasil mengalahkan pasukan Mongolia. Aku merasa tidak sabar untuk mengunjungi negeri tersebut. Aku terus-terusan menanyai kapten kapal pertanyaan yang sama setiap hari, yaitu kapan kita semua akan tiba dinegeri itu. Akhirnya jawaban yang aku harapkan terwujud. Sang kapten mengatakan bahwa kita akan tiba di negeri Majapahit pada keesokan paginya. Maka malam itu juga aku beristirahat di kamar lebih cepat dari biasanya, agar aku dapat bangun dengan mudah dipagi hari. Namun tiba-tiba kapten kapal membangunkan aku pada malam itu. Ternyata kapalku diserang bajak laut. Aku segera berlari ke atas kapal dengan membawa pedangku. Terlihatlah puluhan kapal kecil disekeliling kapal besarku. Aku memerintahkan para tentara untuk mengeluarkan meriam dan menembaki kapal-kapal kecil tersebut. Meriam pun segera dipersiapkan dan pada saat aku memeberi aba-aba maka puluhan meriam pun ditembakkan. Namun kapal bajak laut yang kecil itu bergerak cepat sekali. Seluruh tembakan meriam tidak berhasil menghancurkan kapal mereka. Salah seorang perompak itu melempar pisau kecil dan tepat mengenai lengan kiriku. Lalu mereka melempar bambu-bambu kecil yang berisi minyak. Kapalku langsung terbakar dan api itu merembes sampai karung-karung yang berisi bubuk mesiu untuk meriam. "DUAR!!" Kapalku meledak dan terbelah menjadi dua. Ombak laut bertambah besar dan kapalku mulai tenggelam. Aku berusaha memegang tiang kapal namun angin kencang meniupku terbang dan jatuh ke dalam air. Ombak menyeretku tanpa arah. Aku melihat puluhan bajak laut loncat ke dalam air dan menyelam, lalu beberapa diantaranya naik kembali ke kapal dengan membawakan emas, dan perak yang berasal dari kapalku. "Siapakah mereka sebenarnya? Mengapa mereka bisa bergerak seperti ikan". Sebelum mataku tertutup aku melihat kapal mereka ada tulisan 'Ombak Menari'. Lalu aku pingsan. Pada saat aku bangun hari sudah siang dan aku bisa merasa kalau aku tiduran diranjang. Aku mencoba bangun namun badanku terasa sakit semua. Seluruh badanku kaku dan tidak bisa bergerak. Bahkan mulutku tidak bisa terbuka. Tiba-tiba aku mendengar suara seorang kakek dan wanita berbicara tentang kondisiku. "Aku harap dukun kita bisa kembali kesini sebelum malam tiba, kalau tidak maka pemuda ini akan mati karena racun dilengan kirinya" kata kakek itu. Aku tidak dapat melihat siapa yang bicara karena mataku tertutup. Lalu aku kembali tidur. Saat aku bangun aku mendengar suara jangkrik, berarti malam sudah tiba. Lalu aku mendengar suara kakek itu lagi. Kali ini ia melarng semua orang untuk datang dan menggangu proses pengobatan. Lalu aku mendengar suara wanita itu lagi, dan setelah selesai ia bicara, ia masuk ke kamar ini. Lalu aku mendengar langkah kaki tanda semua orang meninggalkan wanita itu untuk mengobatiku. Tak lama kemudian aku merasa ada getaran disampingku tanda wanita itu duduk disebelahku, lalu tiba-tiba bibirku terasa dicium oleh bibir wanita itu. Wah apa yang terjadi lalu lidah wanita itu mencoba membuka mulutku secara pelan-pelan dan tiba-tiba cairan pahit memenuhi mulutku. Ternyata wanita itu melakukan pemindahan obat dari mulutnya ke dalam mulutku, karena aku tidak bisa minum seperti biasanya. Walaupun obat itu pahit namun aku merasa nikmat dicium oleh wanita itu. Lalu setelah obat itu habis, aku merasa baju dan celanaku dibuka oleh wanita itu. Lalu ia membersihkan badanku dengan kain basah dan air hangat. Aku merasa telapak tanggannya meraba-raba dada dan perutku yang berotot. Tak lama kemudian penisku berdiri sendiri. Lalu wanita itu tersenyum. Aku rasa ia melihat penisku yang berdiri. Lalu ia membersihkan penisku dengan cara mengosoknya dan mengocoknya. Aku tidak tahan dan akhirnya spermaku memuncrat sedikit keluar. Lalu wanita itu kembali tertawa kecil dan menjilati seluruh sperma serta mengulum penisku. Wah nikmatnya. Kedua bijiku dikunyah dan batangku dijilat. Tak lama kemudian aku mendengar ia membuka bajunya. Wah tiba-tiba aku merasa ada payudara yang empuk menekan didadaku. Tangannya yang lembut memegang tanganku. Penisku berdiri dan batangku menyentuh pantatnya. Ia berbaring dan menempel didadaku. Lalu ia berbalik badan dan kembali menjilati penisku. Tangannya menekan-nekan vaginanya sendiri. Aku bisa mencium baru harum vaginanya. Tak lama kemudian ada cairan menetes diwajahku. Cairan itu harum dan sebagian masuk kemulutku. Wah manis sekali rasanya. Ternyata itu adalah cairan yang keluar dari vaginanya. Ternyata wanita itu berorgasme. Lalu Ia kembali bertukar posisi dan memasukan penisku ke vaginanya. Ia duduk dipahaku dan bergoyang atas dan bawah. Aku merasa penisku terkocok dalam vagina hangatnya. Tak lama kemudian ia bergerak maju mundur. Penisku sudah ingin meletuskan cairan sperma. Aku mendengar desahan kuat darinya dan tiba-tiba ia menggerakan pinggulnya tiga ratus enam puluh derajat. Wah aku tidak tahan lagi. Penisku dipijit dalam vagina hangatnya lalu spermaku pun memuncrat keluar dan aku merasa lemas. Tiba-tiba ia jatuh dan menempel ditubuhku, lalu ia memelukku dan kami tidur bersama. Tubuh hangatnya membuatku tidak merasa dingin dan darahku dalam tubuhku semua kembali berjalan lancar. Pada keesokan paginya aku bisa menggerakkan badanku lagi. Saat aku bangun wanita itu masih tidur dan memelukku. Kulihat wajahnya yang ternyata luar biasa cantiknya. Badannya pun seksi dan kulitnya yang putih kecoklatan membuat penisku berdiri kembali. Lalu kucium bibirnya dan meraba pantatnya. Ia pun terbangun dan kaget. Ia berusaha bangun dari ranjang namun kurangkul tubuh seksinya dan menciumnya. Pada saat pertama ia memberontak sedikit dan mendesah, "Mmmhh" setelah itu badannya melemas dan pahanya memelukku. Kupeluk balik wanita itu dengan pelan-pelan dan kemudian penisku mulai masuk ke vaginannya. Tanganku meraba-raba pantat dan punggungnya, sedangkan payudaranya menempel didadaku. Tak lama kemudian terdengar suara langkah orang dari jauh. Wanita itu segera bangun dan memakai baju. Aku pun memakai baju kembali pura-pura tidur. Lalu tak lama kemudian orang-orang masuk ke kamarku dan membangunkanku. Aku lalu bangun dan berterima kasih kepada semua orang. Aku bertemu dengan kakek yang kemarin malam, ia berkata kepadaku bahwa aku perlu bersyukur karena dapat selamat dari bahaya. "Kakek, siapakah perompak laut itu, Mereka begitu kuat dan bergerak cepat" tanyaku. "Mereka adalah penguasa samudra ini. Nama mereka adalah Ombak Menari. Mereka tidak takut badai maupun bahaya lain depan mereka" Lalu setelah lama aku berbincang-bincang wanita yang meniduriku itu datang dan memperkenalkan diri. Namanya adalah Wanti. Tingginya sepundakku, rambutnya panjang, dan badannya super seksi. Aku berterima kasih kepadanya karena ia menolongku. Tak lama kemudian aku mendengar ada rombongan pedagang akan berangkat ke negeri China. Maka aku pun segera pamit karena aku harus melaporkan seluruh kejadian kepada atasanku. Lalu aku kembali ke kamar bersama Wanti. Ia membantuku memakai baju besi ku. Lalu setelah itu ia menangis karena akan kehilanganku. Aku lalu memeluknya dan berkata, "Kalau kita berjodoh, kita pasti akan bertemu kembali". Lalu aku memberinya sebuah kalung giok. Ia pun memberikan kalung mutiara. Lalu kami berciuman. Setelah itu aku berangkat. Didalam kapal aku terus memikirkannya sampai aku tiba dipelabuhan. Aku segera melapor pada atasanku. Seminggu kemudian aku mendapat perintah dari atasanku untuk memimpin tiga ribu pasukan untuk pergi ke kerajaan Majapahit. Ternyata kerajaan Majapahit dan Ming memutuskan untuk mengabungkan kekuatan untuk menghancurkan kelompok perompak Ombak Menari beberapa hari yang lalu. Aku merasa senang karena dapat bertemu kembali dengan Wanti. Keesokan harinya kupimpin tiga kapal raksasa yang pada setiap kapal berisi seribu tentara. Aku terus memikirkan Wanti didalam kamarku. Tanpa disadari hari-hari pun berlalu dan kapten kapal menginformasikan bahwa kami sudah sampai. Aku berlari ke atas kapal dan kemudian aku melihat desa-desa dipantai terbakar ludes. Aku menjadi kaget dan segera pergi kesana. Kutanya beberapa orang disana dan ternyata perompak Ombak Menari merampok mereka beberapa hari yang lalu, semua warga desa dibunuh dan para wanita diculik. Aku menjadi marah dan mencabut pedangku serta membelah pohon kelapa didaerah itu. Beberapa hari berikutnya pasukan Majapahit tiba dan bergabung dengan pasukanku. Aku menjadi binggung karena pasukan itu semua telanjang dada dan tidak mengenai baju besi. Kapal mereka jauh lebih kecil dari kapal raksasaku. Namun aku memerlukan mereka sebagai penunjuk arah. Akhirnya malam itu kami berangkat ke sarang perompak itu. Beberapa jam berikutnya terlihat sebuah batu karang sebesar gunung dan ada goa pada batu karang itu. Ternyata itu adalah sarang perompak. Aku memerintahkan tentaraku menembaki sarang perampok dengan meriam secara ganas dan menghancurkan semua gerbang kayu yang mereka dirikan. Pos penjaga pun hancur karena tembakan meriamku, lalu muncullah puluhan kapal kecil menyerang ke arahku. Kapal Majapahit langsung menahan serangan mereka. Tentara Majapahit ternyata lebih gesit dan membantai para perompak itu. Pada saat itu aku baru sadar bahwa tentara itu tidak memakai baju besi agar dapat bergerak dengan mudah. Perang didaratan memang berbeda dengan perang dilaut. Aku langsung memerintah kapten kapal untuk melaju kapal secepat kilat. Kapal raksasaku tidak terpengaruh sama sekali oleh ranjau kayu berduri yang disediakan oleh para perompak. Kapal-kapalku tiba dibatu karang raksasa itu dan ribuan tentara menyerang bersamaku membantai para perampok. Pedangku langsung kucabutkan dan memenggal semua musuh. Kami terus menyerang sampai ke bagian dalam sarang mereka. Akhirnya aku melihat ketua perampok itu. Badannya besar dan berotot. Ia membawa palu raksasa dan menyerangku. Ia berhasil memukulku beberapa kali namun baju besiku menahan serangannya. Tak lama kemudian aku melangkah ke sebuah batu besar dan loncat ke arahnya sekaligus melukai lehernya. Ia berteriak kesakitan dan mengayunkan palu raksasanya ke arahku. Aku terhempas dan muntah darah. Baju besiku hancur. Pada saat aku berdiri aku melihat darah dilehernya mengucur deras, lalu ia pun mati. Aku lalu memimpin pasukanku menelusuri seluruh daerah itu dan kami menemukan para budak yang diculik. Aku melihat Wanti, lalu aku berlari ke arahnya. Iapun melihatku dan berlari ke arahku. Lalu kami berpelukan, dan air matanya mengucur deras membasahi dadaku. Setelah itu aku pun kaget dan terbenggong-benggong. Aku melihat harta rampasan berupa emas, perak, dan sebagainya yang disusun setinggi bukit. Harta rampasan itu berasal dari pedagang China, Thailand, India, Srilanka, dan sebagainya. Lalu aku pun kembali ke kerajaan Ming. Wanti kubawa juga ke China karena keluarganya sudah habis terbantai. Pada malam harinya ia duduk diranjang dan menangis didalam kapal, lalu aku memeluknya. Ia pun membalas pelukanku. Aku lalu menciumannya, tangannya langsung memelukku. Lidahnya kali ini bergerak ganas didalam mulutku, liurnya yang semanis gula kuhisap semuanya dan bau harum dari badannya membangkit selera seksku. Kamipun menelanjangkan diri kami masing-masing. Setelah lama berciuman, aku menghisap puting payudaranya. Ia pun mendesah kuat dan menjambak rambutku. Aku lalu bergerak makin bawah dan menjilati pahanya. Pahanya yang seksi dan kecoklatan itu membangkitkan seleraku. Lalu kami bertukar ke posisi 69. Aku menghisap dan menjilati vaginanya. Ia pun mengulum batang dan biji penisku. Ia pun kejang-kejang dan cairan manis yang pernah kurasa, sekali lagi tumpah ke dalam mulutku. Setelah lama kemudian aku menjilati pantatnya. Pantatnya menjadi basah karena keringatnya dan air liurku. Lidahku masuk kepantatnya seperti cacing kepanasan. Ia pun mendesah, dan setelah itu aku memasukan penisku kepantatnya. Ia berbaring diranjang dan aku mencumbui pantatnya dengan gaya push-up. Tangannya memegang erat tanganku, dan ia mendesah keras karena sakit. "Ah.. Ah.. Sayangku". Kujilati punggung dan bahunya serta lehernya yang penuh keringat. Beberapa saat kemudian aku menarik keluar penisku dari pantatnya dan memasukan ke vaginanya. Lalu aku melanjutkan cumbuanku. "Ah.. Nikmat.. Lagi.. Lagi.. Lagi.. Sayangku" Mendengar hal itu cumbuan ku makin lama makin ganas. Kedua tanganku menekan bahu dan punggungnya. Cumbuanku membuat ia kelenger lemas di ranjang. Setelah agak lama kedua tanganku berpindah posisi dan meremas payudaranya. "Uh.. Uh.. Nikmat" desahnya. Lalu setelah itu akupun membalikkan badannya dan menjepitkan pahanya ke pinggangku. Aku lalu mencumbui vaginanya dengan keras, dan kedua tanganku meremas-remas payudaranya. Ia terus mendesah kuat dan tangannya memegang erat lenganku. Badannya lemas terbaring di ranjang. Tak lama kemudian aku mencapai tahap orgasme dan sperma hangatku memuncrat keluar dalam vaginanya. Aku pun jatuh dan menekan payudaranya. Lalu kami berpelukan. Ia pun bertanya, "Sayang, apakah kamu mencintaiku?". Aku menjawab"Tentu saja sayang. Kau akan kukawini setelah kita sampai ke China". Kukecup bibirnya dan ia tersenyum lalu tidur. Setelah itu aku baru mencabut keluar penisku dari vaginanya. Aku lalu berpakaian dan naik ke atas kapal. Terlihatlah kapal-kapal Majapahit, dan mereka memohon pamit untuk kembali ke Nusantara setelah mengantar kapalku sekian lama. Lalu dalam sekejap, kapal mereka melaju balik dengan cepat dan dalam sekejap mata semua kapal mereka tak terlihat lagi. Kapten kapal berkata padaku, "Mereka sangat mahir dalam mengontrol kapal mereka". Aku pun berkata, "Mereka adalah Penguasa Samudra".
fenomania Cerita Dewasa