Keamanan barang bawaan jemaah haji tentu saja menjadi salah satu prioritas sebelum berangkat ke Arab Saudi. Karenanya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kepala bidang pengamanan PPIH Arab Saudi Kolonel Bambang Siswoyo, berbagi tip kepada okezone untuk keamanan barang menjelang keberangkatan haji, Selasa (17/9/2011) malam, waktu Mekkah.
Pertama, patuhi seluruh aturan yang telah disiapkan. Misalnya mengenai berat timbangan, jangan sampai melebihi kapasitas yang telah ditetapkan. Selain membuat repot, akan menyulitkan jemaah dalam mengawasi keamanan barang bawaan tersebut.
Kedua, amankan koper dan tas dengan gembok, serta membungkus koper yang akan dimasukkan ke bagasi pesawat dengan jaring koper yang terbuat dari tambang plastik. Biasanya di asrama haji dijual dengan harga Rp25 ribu per unitnya untuk satu koper. Simpan kunci gembok tas di tempat yang aman.
Di bandara, biasanya tidak diperbolehkan membawa benda-benda tajam dan mudah terbakar seperti gunting dan korek api. Jika hendak membawa gunting untuk keperluan tahallulm sebaiknya dimasukkan ke dalam koper yang diletakkan ke bagasi pesawat.
Ketiga, berikan penanda khusus bagi koper milik perorangan, kelompok atau regu. Agar koper bawaan mudah dikenali setibanya di Bandara Jeddah atau Madinah. Misalnya dengan mengikatkan pita di bagian atas koper yang mudah terlihat.
Keempat atau terakhir, tenangkan pikiran dan jangan lupa berdoa.
Kloter pertama akan berangkat pada tanggal 2 Oktober 2011 dan tiba di Jeddah untuk jemaah yang menaiki pesawat Garuda Indonesia dan di Madinah untuk jemaah yang menggunakan pesawat Saudi Airlines.
Untuk jemaah yang tiba di Jeddah langsung menaiki bus untuk berangkat ke Madinah. Kemudian setelah berada di Madinah selama delapan hingga sembilan hari untuk melaksanakan Salat Arbain atau empat puluh waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, barulah jemaah bergerak ke Mekkah.
Pertama, patuhi seluruh aturan yang telah disiapkan. Misalnya mengenai berat timbangan, jangan sampai melebihi kapasitas yang telah ditetapkan. Selain membuat repot, akan menyulitkan jemaah dalam mengawasi keamanan barang bawaan tersebut.
Kedua, amankan koper dan tas dengan gembok, serta membungkus koper yang akan dimasukkan ke bagasi pesawat dengan jaring koper yang terbuat dari tambang plastik. Biasanya di asrama haji dijual dengan harga Rp25 ribu per unitnya untuk satu koper. Simpan kunci gembok tas di tempat yang aman.
Di bandara, biasanya tidak diperbolehkan membawa benda-benda tajam dan mudah terbakar seperti gunting dan korek api. Jika hendak membawa gunting untuk keperluan tahallulm sebaiknya dimasukkan ke dalam koper yang diletakkan ke bagasi pesawat.
Ketiga, berikan penanda khusus bagi koper milik perorangan, kelompok atau regu. Agar koper bawaan mudah dikenali setibanya di Bandara Jeddah atau Madinah. Misalnya dengan mengikatkan pita di bagian atas koper yang mudah terlihat.
Keempat atau terakhir, tenangkan pikiran dan jangan lupa berdoa.
Kloter pertama akan berangkat pada tanggal 2 Oktober 2011 dan tiba di Jeddah untuk jemaah yang menaiki pesawat Garuda Indonesia dan di Madinah untuk jemaah yang menggunakan pesawat Saudi Airlines.
Untuk jemaah yang tiba di Jeddah langsung menaiki bus untuk berangkat ke Madinah. Kemudian setelah berada di Madinah selama delapan hingga sembilan hari untuk melaksanakan Salat Arbain atau empat puluh waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, barulah jemaah bergerak ke Mekkah.
Anda baru saja membaca artikel di fenomania yang berkategori Tips Trik Umum
dengan judul Tips Menjaga Keamanan Barang Saat Pergi Haji. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://www.fenomania.com/2012/02/tips-menjaga-keamanan-barang-saat-pergi.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
fenomania -











